Memilih Mebel Rumah

Memilih Mebel Rumah

Anda punya rumah baru yang masih kosong dan bingung memilih mebel atau perabotannya, atau ingin mengganti semua mebel rumah dengan gaya baru sesuai selera?

cara umum biasanya menghubungi desainer interior, seperti saya. tapi biasanya keburu takut mahal. haha. jadi belilah buku-buku desain interior yang sekarang sudah sangat banyak dan dalam bahasa indonesia karena terbitan dalam negeri.  kita lalu melihat berbagai contoh desainnya, untuk setiap ruangan. cara pertama kenali dulu selera Anda. kalau plin-plan, pilih plin dan plan sekaligus.

cara mudah adalah melihat fungsi ruang. setiap ruangan tentu punya tugas masing-masing dalam rangka mewadahi kegiatan kita di dalamnya. ada dua atau tiga jurus besar yang bisa dilakukan.  modalnya pede selangit. kalau tidak cukup pede tapi punya anggaran lumayan, boleh hubungi desainer interior, tidak harus saya, tentu.  haha. jurus ini dalam hubungannya dengan model (atau gaya desain) mebel yang masih sodaraan sama desain interior dan arsitektur.

1.  satu gaya. langkah ini paling mudah. seluruh ruangan rumah diisi dengan mebel (atau english, furniture) dalam satu gaya desain. misalnya modern semua, atau klasik, atau antik. bedanya klasik dan antik hanya pada umurnya. kalo antik, mebel itu tentu bekas, asli dibuat puluhan tahun lalu, mungkin dulunya milik belanda. kalau klasik,  mebel itu bisa saja dibuat kemarin, tapi modelnya atau desainnya dari gaya jaman dahulu kala. secara produksi, istilahnya reproduksi.

2. gaya campuran satu ruangan.  mencampurkan berbagai model/gaya desain mebel di dalam satu ruangan. misalnya kursi modern dicampur dengan meja klasik atau antik. yang ini perlu sedikit upaya ekstra. karena selain mencari gaya desain mebelnya, juga mencocokkan satu satu sama lain, paling tidak meskipun berbeda gaya desain tapi masih bisa membuat ruangan tampak nyaman. nyaman adalah enak dihuni (dipakai) juga. yang namanya enak selain nyaman dalam pengertian didudukin (kursi) juga tentu sudah mengandung kata indah secara visual. ya ini gaya maen tabrak.  tapi bisa bagus kok. rumus estetikanya, bermain dalam wilayah kontras, minimal antara klasik-modern.

3. gaya campuran tiap ruangan. setiap ruangan menggunakan mebel dengan gaya yang berbeda. misalnya untuk ruang tamu menggunakan gaya desain modern, untuk ruang makan menggunakan kursi meja gaya klasik. gaya klasik misalnya victoria, louis xiv, kursi chippendale, sheraton, atau kursi betawi, dll. nama-nama itu bisa dicari gambarnya di google. buku-bukunya banyak sekali.

WARNA

setiap permukaan mempunyai warna. katakanlah begitu.  memilih mebel otomatis memilih warnanya juga. jurusnya, tinggal tentukan sendiri berdasarkan tema atau warna yang disukai. tapi perhatikan juga warna dinding, lantai dan plafon atau langit-langit. langit di luar sana tidak usah diperhatikan, karena semua sudah pada tau, warnanya biru langit kalau cerah. warna dinding bisa jadi modal untuk menentukan warna mebelnya. jurus mewarnai ruangan, kira-kira seperti di bawah ini.

1. satu-dua warna kontras. misalnya hitam putih saja.  atau kalau nasionalis, bisa merah-putih. rumus warna (tepatnya persepsi terhadap warna): umumnya warna muda memberi kesan luas dan jauh, warna tua memberi kesan sempit dan dekat. kalau lantai warna putih dan mebel warna hitam, si mebel itu akan sangat jelas sekali secara visual.  kalau ruangan relatif kecil dan ingin berkesan luas, gunakan warna muda hingga warna balita. sebaliknya kalau ruangan besar dan ingin berkesan lebih kecil, gunakan warna tua. begitu juga kalau ingin suasana ruang terasa akrab atau cozy. salah satu caranya dengan merendahkan plafon. tidak usah dibongkar, cukup di beri cat warna tua. tidak harus tua bangka. (sebentar, kenapa ya tua dihubungkan sama pulau bangka? tidak belitung? hehe. atau mestinya, tua bangka, muda belitung?).

2. warna analogus atau warna senada berdasar gradasi. misalnya kuning tua, kuning  muda dan kuning balita. sama juga sifat atau kesannya. warna tua memberi kesan dekat dan cerah jauh atau luas.

warna kayu memang indah dan semua orang suka kayu. kebetulan negeri ini kaya kayu. tapi hati-hati memilih warnanya (finishingnya). ruang yang relatif kecil bila ingin berkesan luas jangan menggunakan warna kayu yang berwarna gelap atau tua, kecuali memang ingin suasana akrab (warna tua cenderung berkesan dekat).

CAHAYA

setiap suasana ruang selain ditentukan oleh gaya desain mebelnya juga oleh intensitas cahayanya.  lampu terang benderang untuk ruang tamu, kalau ingin formal atau resmi. cahaya redup untuk ruang yang ingin berkesan nyaman atau cozy. redup ini maksudnya secukupnya. cahaya temaram memberi efek macam-macam. untuk yang penakut pasti membayangkan ada penampakan. untuk yang romantis, model cahaya temaram ini asik. di kita mengatur penerangan rumah umumnya masih standar. satu ruangan satu lampu gantung di tengah. agar betah, bisa menempatkan sumber cahaya di tempat tertentu, tidak harus di plafon. dengan lampu lantai (floor lamp) yaitu lampu dengan dudukan di lantai, lampu duduk, lampu yang didudukan di meja samping atau credenza/meja konsol, efek ruangan akan berbeda jauh dengan satu lampu gantung di tengah. Berani mencoba?