Mencari Logo Padepokan Kota Bandung

Mencari Logo dan Nama Padepokan Seni Kota Bandung

 

Jamaludin Wiartakusumah

 

Logo adalah tanda gambar yang dipakai untuk sebuah ciri, lambang atau identitas. Karena merupakan representasi, segala hal yang ada di dalam logo tersebut umumnya dimaksudkan sebagai upaya meringkas makna. Logo adalah seni representasi, yaitu seni yang objeknya diberi atau memiliki makna baik analog maupun simbolik atau perlambang. Sebagian isi logo dapat berupa ikon hingga keseluruhan logo dianggap cukup lengkap menjadi identitas yang diwakilinya.  Tulisan ini dimaksudkan sebagai semacam paparan proses pemilihan logo dan nama Padepokan Seni Kota Bandung.                                                                             

 

Puluhan gambar yang masuk pada lomba logo Padepokan Seni Kota Bandung menunjukkan berbagai seni representasi dalam berbagai bentuk. Yang pertama dicari adalah ikon yang secara khas paling mewakili Bandung atau secara umum, Jawa Barat. Penggunaan berbagai lambang tersebut sebagian besar telah sesuai dengan karakteristik kesenian atau kebudayaan Sunda sebagai latar budaya lokal Kota Bandung. Meskipun demikian, sebagian besar kurang berhasil menunjukkan unsur simbolik yang dapat menjadi representasi Padepokan Seni Kota Bandung. Beberapa logo tampak menghadirkan berbagai alat kesenian yang membuat logo menjadi tampak ramai dan rumit. Beberapa logo tampak cocok dipakai untuk Padepokan Seni tetapi kurang tepat untuk dipakai sebagai logo Padepokan Seni Kota Bandung karena sangat spesifik dan individual.

 

Memilih Ikon Budaya Sunda

Bandung adalah salah satu kota utama di pulau Jawa, dengan komposisi tiga kebudayaan utama. Pertama, budaya Sunda sebagai budaya pituin atau lokal, kedua budaya urban yang mengusung budaya modern yang dibangun sejak masa kolonial Belanda, dan ketiga, budaya campuran. Sebagai ibukota provinsi yang dihuni mayoritas urang Sunda, Bandung kemudian dikenal sebagai puseur dayeuh budaya Sunda. Salah satu cirinya yaitu dengan dipakainya bahasa Sunda Bandung sebagai bahasa Sunda baku. Dengan  latar demikian, maka logo Padepokan Seni Kota Bandung harus memiliki ikon yang dianggap paling mewakili kebudayaan Sunda.                                                                                                                                                        

 

Salah satu ikon budaya Sunda yang populer,  dianggap paling mewakili budaya Sunda, adalah kujang.  Kujang dipakai sebagai unsur identitas Jawa Barat atau Sunda seperti pada logo kampus Unpad, Unpas, beberapa lambang kabupaten di Jawa Barat, pasukan tentara tingkat brigade, dan malah pernah dipakai sebagai bagian utama dari logo Bank Jabar. Tentu kujang untuk ikon padepokan seni harus dalam komposisi yang mampu menjadi bagian dari logo yang memiliki karakteristik kesenian.                                                                                                        

Selain kujang sebagai ikon Sunda atau Jawa Barat, diperlukan ikon lain yang mewakili unsur fungsi tempat yaitu padepokan seni.  Beberapa peserta lomba mengajukan gambar gunungan dalam berbagai bentuknya. Ada gunungan sebagaimana terdapat dalam wayang, ada yang sudah dibuat ke dalam abstraksi berupa siluet seperti daun. Gunungan merupakan ciri khas wayang baik wayang kulit maupun wayang golek.  Wayang golek Sunda adalah jenis  kesenian yang memiliki atau terdiri dari gabungan berbagai unsur seni. Seni rupa diwakili oleh bentuk dan warna wayang, seni tari dan seni beladiri diwakili oleh gerak wayang, seni suara diwakili oleh juru tembang (sinden), seni musik  oleh degung atau gamelan, seni busana diwakili oleh berbagai kostum setiap wayang golek dan seni sastra dari unsur cerita wayang. Dengan begitu, gunungan dapat dijadikan ikon untuk kesenian.                                                                

 

Salah satu logo yang diajukan peserta berupa komposisi enam gambar kujang kembar di dalam bentuk lingkaran. Di antara kujang kembar itu terdapat gambar siluet gunungan. Komposisi itu membuat kujang dan gunungan tampak seperti bunga mekar. Selain itu, di bagian tengah komposisi, juga tercipta gambar bunga. Bunga adalah salah satu unsur keindahan alam. Bunga juga dipakai sebagai simbol perempuan. Apabila dilihat dari unsur gender, seni bersifat feminin. Dua ikon, kujang sebagai identitas Sunda/Jawa Barat dan gunungan sebagai ikon kesenian berhasil digabung dengan baik dalam logo ini.

 

Nama Padepokan

Salah satu nama yang disediakan panitia dan juga dipakai peserta lomba adalah Dayang Sumbi, salah seorang tokoh dalam legenda Sangkuriang/Tangkubanparahu. Legenda ini merupakan bagian penting dalam sejarah Bandung. Dari berbagai nama yang diusulkan baik oleh panitia maupun oleh peserta lomba logo, nama Dayang Sumbi adalah satu-satunya yang berlatarbelakang legenda Bandung. Akan tetapi nama ini tidak dapat dipakai mengingat pemahaman masyarakat luas terhadap Dayang Sumbi umumnya hanya di permukaan, tidak sampai pada makna simbolik yang terkandung di dalam cerita.                                                     

 

Nama lain adalah Mayang Sunda. Mayang dalam bahasa Sunda adalah bunga. Arti lain, dalam sejarah Pajajaran terdapat nama Kentring Manik Mayang Sunda, permaisuri Sri Baduga Maharaja, raja terbesar Pajajaran yang dalam cerita pantun disebut Prabu Siliwangi. Di Kota Bandung, nama Sri Baduga telah dipakai sebagai nama Museum Negeri Jawa Barat. Logo yang tampak seperti bunga (mayang), tepat bersanding dengan nama Mayang Sunda. Dengan demikian, Mayang Sunda disematkan sebagai nama Padepokan Seni, untuk melengkapi ikon budaya Kota Bandung. Wilujeng!

 

 

 

 

 

Jamaludin Wiartakusumah

Tim Juri Lomba Padepokan Seni Kota Bandung

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Itenas

 

---

Dimuat di rubrik Khazanah Pikiran Rakyat Minggu 24 Februari 2013