SAMBUTAN PELANTIKAN REKTOR
Tanggal 4 Februari 2008

 
 



Bismillahirakhmanirahim

Ibu Hajjah Rochjat Mansoer Wiratmadja yang saya muliakan,
Bapak Ketua Bappeda Jawa Barat,
Bapak Ketua Kopertis Wilayah IV serta Pimpinan Aptisi Jawa Barat yang saya hormati,
Bapak Ketua dan Anggota Pengurus, Dewan Pembina, dan Pengawas Yayasan Pendidikan Dayang Sumbi yang saya hormati,
Bapak Prof. Ir. H. Djuanda Suraatmadja yang terhormat,
Ketua dan para anggota Senat Institut,
Rekan-rekan para Pembantu Rektor, Dekan, Pimpinan Fakultas, Jurusan, Biro, serta anggota civitas akademika yang saya cintai,
Bapak-ibu mitra kerja dan para hadirin sekalian yang saya hormati,

Assalamu'alaikum Wr.Wb.


Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT, yang atas karunia-Nya pada kita semua, pagi ini dalam keadaan sehat wal'afiat, dapat menghadiri acara penghormatan dan penghargaan kepada Bapak Prof. Ir. H. Djuanda Suraatmadja, yang telah berhasil memimpin Itenas sebagai Rektor pada masa bakti 1999-2004 dan 2004-2008.

Semoga kita sekalian senantiasa dikaruniai kebahagiaan, ketentraman, dan kesejahteraan oleh Allah SWT, atas kasih sayang-Nya.

Izinkanlah bersama ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Dayang Sumbi, serta para anggota civitas akademika Itenas, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban tugas yang mulia ini, sebagai Rektor Itenas masa bakti 2008-2012.

Kiranya Allah SWT berkenan memberikan kemampuan dan kekuatan, tuntunan dan perlindungan, serta petunjuk kearifan-Nya, agar saya dapat melaksakan tugas ini sebaik-baiknya, dan selalu pada jalan yang diridhai-Nya.

Yayasan telah melakukan upaya-upaya yang sangat terpuji dalam proses penjaringan Rektor ini, termasuk menggalang masukan dari berbagai sumber, serta menampung adanya berbagai perbedaan pendapat. Apabila di dalam proses tersebut, saya telah melakukan atau menyampaikan sesuatu yang tidak berkenan dihati para Bapak/ Ibu dari Yayasan maupun Rekan-rekan civitas akademika, saya mohon dimaafkan sebesar-besarnya.

Dalam mengemban tugas ini, saya mohon pula do'a restu, bantuan serta kerja sama Bapak/ Ibu rekan-rekan anggota civitas akademika Itenas, dalam bersama-sama mewujudkan Visi dam Misi Itenas, dan mewujudkan cita-cita luhur para pendiri Itenas. Demikian pula kepada Bapak/ Ibu Pimpinan Daerah, Kopertis, rekan-rekan dari Perguruan Tinggi lain, maupun para handai taulan mitra kerja, saya mohon dengan tulus, kiranya hubungan, bantuan dan kerjasama serta keakraban, dapat tetap kita jalin dan lebih kita tingkatkan.

Bapak/ Ibu hadirin yang saya hormati,

Itenas pada saat ini telah menunjukkan berbagai perkembangan yang sangat berarti, namun masih harus pula menghadapi berbagai tantangan perkembangan ke depan.

Dalam menghadapi perkembangan maupun tantangan ini, kita perlu menengok kembali pada cita-cita para pendirinya, Bapak Ir. Mansoer Wiratmadja almarhum, Ibu Ir. Sutjiati Bunarto almarhumah, dan Bapak Darmawan SH almarhum. Kebetulan saya mengenal ketiga-tiganya dengan akrab, pada waktu kita semua masih bertugas di ITB, dan saya banyak memetik pelajaran dari beliau-beliau.

Saya mengingat perjuangan Bapak Mansoer pada awal 1970an, pada waktu beliau sebagai pimpinan Akademi Teknik Negeri di Bandung, harus berkemas melikuidasi lembaga tersebut, sesuai dengan ketentuan Pemerintah. Penyelesaian pendidikan mahasiswa ditangani oleh Panitia yang dibentuk oleh Depdikbud, sedang para dosen dan karyawan ATN dialihkan ke lembaga-lembaga pendidikan tinggi negeri di Bandung, tanpa jaminan akan menempati posisi, status, dan fungsinya semula. Dengan prihatin beliau melaksanakan ketentuan pemerintah tersebut, namun di samping itu, dengan tekun beliau berupaya ”melanjutkan cita-cita yang terkandung sebagai pimpinan” pada Akademi Teknik Negeri yang dilikuidasi tersebut, dengan mengembangkan rencana, mencari lokasi dan mengembangkan kampus suatu akademi swasta, termasuk antara lain untuk menampung kembali rekan-rekan dosen, karyawan, serta mahasiswa yang tidak mendapat penempatan yang memuaskan. Dengan segala kesederhanaan dan kerendahan hati, namun dengan ketegaran dan keteguhan, dengan dukungan almarhumah Ibu Ir. Sutjiati Boenarto dan almarhum Bapak Darmawan SH, beliau membentuk Yayasan Pendidikan Dayang Sumbi dan mendirikan Akademi Teknik Nasional dengan kampus yang sederhana tetapi memadai, pada tahun 1972.

Saya juga melihat bagaimana keluhuran jiwa sosial dan kemanusiaan yang mendalam pada Bapak Ir Mansoer Wirarmadja. Beliau sangat peka dan memiliki perhatian yang mendalam terhadap harkat kemanusiaan dan penderitaannya, dan dalam berbagai cara dan upaya, beliau antara lain menjadi pendukung dan pembina beberapa Yayasan Sosial, seperti Yayasan Rumah Sakit Gardudjati, Yayasan Wiyata Guna bagi penyandang tuna netra, menjadi ’senior member’ dan pendiri Rotary Club Bandung, dan sebagainya.

Perkembangan abad ke 21 ini, di Indonesia maupun di dunia, mengandung banyak tantangan dan peluang, yang mengundang kemampuan kerjasama, keterbukaan, serta perbaikan berkelanjutan pada kita semua. Pada dasarnya tantangan dan peluang tersebut terkait dengan pengentasan penderitaan dan peningkatan harkat kemanusiaan, seperti yang telah kita lihat pada upaya yang telah dicontohkan oleh Bapak Mansoer Wiratmadja.

Kita di Itenas telah dibekali oleh Bapak Mansoer dengan contoh, cita-cita, semangat dan modal dalam berbakti dalam dunia pendidikan. Kita di Itenas telah mendapat kesempatan untuk menjalankan darma bakti kita untuk masyarakat dan keluarga. Sesungguhnya kita masing-masing telah ikut tumbuh bersama Itenas, dengan kesederhanaannya, dengan pengalaman, serta kesempatan berkembang itu sendiri. Kita di Itenas telah menumbuhkan potensi kita masing-masing, apakah kita sadari atau tidak.

Dalam proses pembelajaran, kita melakukan banyak hal untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kreativitas mahasiswa. Kita antara lain melatih mahasiswa untuk pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan. Pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran kita tanamkan dalam proses pembelajaran, data kita ambil dari lapangan, analisis kita lakukan dengan ilmu yang dipelajari, dan laporan digunakan untuk menilai apakah mahasiswa mampu melakukan kegiatan-kegiatan tersebut dengan baik.

Namun sesungguhnya, bila kita dapat merancangnya dengan baik, data, analisis dan laporan tersebut bukan hanya berguna untuk pelatihan mahasiswa, tetapi juga dapat merupakan akumulasi informasi dari kekayaan dan budaya daerah dari mana data tadi dikumpulkan.

Apabila kegiatan pembelajaran tersebut dapat disinkronkan dengan upaya pengembangan daerah, maka proses pembelajaran ini bukan hanya bermakna bagi mahasiswa, tetapi juga bermakna bagi daerah. Maka sesungguhnya Itenas dapat meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui perancangan kegiatan akademiknya, terutama apabila Itenas dapat memperoleh informasi mengenai arah perkembangan daerah, termasuk arah dan potensi pengembangan industri dan budayanya. Kita akan mampu berkarya dengan lebih cerdas, bukan hanya lebih keras.

Dengan etikad seperti itu, maka kami akan sangat berbesar hati apabila Pimpinan Daerah, perguruan-perguruan tinggi dan masyarakat industri dan budaya berkenan membuka pintu dan hati, dengan berbagi informasi dan kerja sama, untuk memungkinkan kita masing-masing berpartisipasi lebih intensif dalam mengembangkan potensi dan prestasinya, sekaligus meningkatkan kontribusi bagi pembangunan manusia dan daerah seutuhnya.

Semoga Itenas dapat meneruskan cita-cita Bapak Mansoer Wiratmadja dalam pengembangan harkat manusia melalui pengembangan watak dan keahlian mahasiswanya, serta memberikan manfaat bagi daerah di mana Itenas berkembang.

Marilah kita masing-masing meningkatkan motivasi diri untuk berkarya, berkembang, dan lebih berprestasi dengan cara yang lebih cerdas. Semoga kita bersama dapat mencontoh motivasi, semangat, ketekunan, serta kearifan Bapak Mansoer Wiratmadja dalam mengemban tugas yang telah dirintis beliau ini, mengembangkan harkat kemanusiaan melalui pendidikan, penelitian, serta pengembangan masyarakat dan daerah.

Semoga Allah SWT berkenan meridhai Itenas dan kita semua, dalam melaksanakan budi darma kita meningkatkan harkat manusia dan daerah ini. Semoga Allah SWT berkenan senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita semua.

Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warakhmatullahi wabarakatuh.


Bandung, 4 Pebruari 2008

Rektor,
Harsono Taroepratjeka