Bandung, 23 Desember 2025 – Dalam upaya menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri manufaktur modern, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung kembali menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “3D Experience Software”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025 ini digelar di Gedung Student Center (SC) Itenas Bandung dan dihadiri oleh mahasiswa program studi teknik mesin Itenas.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber praktisi ahli, Iskandar, S.T., yang menjabat sebagai CAD/CAM/CAE Manager di PT Neosia Pratama Indonusa. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai manfaat penguasaan engineering software bagi mahasiswa teknik dalam menghadapi persaingan global di era Industri 4.0.

Dalam paparan materinya, Iskandar menekankan bahwa penguasaan perangkat lunak rekayasa (engineering software) bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan fundamental. Berdasarkan materi yang disampaikan, terdapat tiga manfaat utama menguasai engineering software. Pertama, peningkatan keterampilan teknis yang memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Kedua, kesiapan kerja yang memberikan daya saing lebih tinggi di pasar kerja. Ketiga, pengalaman praktis melalui pelatihan berbasis proyek untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kasus riil di lapangan.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan peran vital software dalam ekosistem industri modern. Engineering software berfungsi untuk mengurangi kesalahan melalui simulasi digital sebelum produk fisik dibuat. Selain itu, teknologi ini menunjang penerapan konsep Digital Twin dan Smart Manufacturing, serta memungkinkan analisis performa desain berbasis data real-time.

Salah satu sorotan utama dalam kuliah tamu ini adalah pandangan realistis mengenai kualifikasi lulusan baru (fresh graduate). Iskandar memberikan petuah penting mengenai prioritas skill yang harus dimiliki mahasiswa teknik sebelum lulus. Menurutnya, nilai akademis akhir saja tidak cukup menjadi jaminan kesuksesan di dunia kerja tanpa dibarengi kompetensi spesifik.

“Sekelas fresh graduate, untuk pencapaian akhir (IPK semata) tidak terlalu berefek signifikan untuk kerja. Yang terpakai untuk dunia kerja itu ada tiga: penguasaan software, pemahaman elemen mesin, dan mekanika fluida. Ya, untuk Bahasa Inggris itu umum lah, perlu juga,” ujar Iskandar di hadapan para peserta.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga tangkas dalam mengoperasikan alat bantu teknologi yang menjadi standar industri.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini mendapat antusias yang tinggi dari para mahasiswa. Melalui kuliah tamu ini, Itenas berharap dapat terus mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi antara kurikulum akademik dan wawasan praktis dari industri diharapkan mampu memperkuat posisi lulusan Itenas sebagai tenaga ahli yang siap pakai dan kompeten dalam menghadapi tantangan rekayasa masa depan. (Humas)

Arsip Foto Dokumentasi Kegiatan