Home »  berita »  Keselamatan Penerbangan dan Kebandaraan

Keselamatan Penerbangan dan Kebandaraan

On November 27, 2017, Posted by , In berita, By ,,, , With No Comments

Dosen Tetap Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Marsma TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T, M.M memberikan kuliah umum mengenai keselamatan penerbangan dan kebandarudaraan di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Senin (27/11/2017).

Kuliah umum disampaikan di hadapan 250-an mahasiswa Jurusan Arsitektur ITENAS dan sejumlah alumni, dihadiri Rektor ITENAS Dr. Ir. Imam Aschuri, M.T, Ketua Jurusan Arsitektur ITENAS Ir. Tecky Hendarto, M.M, para pejabat ITENAS, dan dosen terkait.

Rektor ITENAS menyambut baik penyampaian kuliah umum mengenai keselamatan penerbangan, khususnya dalam kaitan dengan pengoperasian dan desain bandara. Ia menilai apa yang disampaikan Marsma Adang tentunya sangat berguna bagi para mahasiswa di Jurusan Artistektur ITENAS. Terlebih, karena pada saat ini dan ke depan Presiden Joko Widodo tengah menggencarkan pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan bandara guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Kuliah umum mengenai kebandaraan ini sangat penting dan berguna mengingat negara kita adalah negara kepulauan. Diharapkan, dari pemaparan ini dapat menambah pengetahuan para mahasiswa dalam mendesain suatu bandara yang sesuai dengan ketentuan,” ujar Imam.

Sementara itu, Marsma Adang dalam kuliah umumnya menyampaikan faktor-faktor penting suatu bandara terutama terkait masalah keselamatan penerbangan yang harus diperhatikan sebelum bandara itu dibangun. Dikatakan, suatu bandara harus memenuhi persyaratan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) mengacu kepada Annex 14 Aerodromes Volume I, Fourth Edition (July 2004) serta Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 44 Tahun 2005.

“Membangun suatu bandara tidak bisa sembarangan karena dunia aviasi itu terkait peraturan-peraturan yang sangat ketat yang harus ditaati semua pihak demi terciptanya keselamatan penerbangan,” ujar Adang. Ia di antaranya menjelaskan soal radius KKOP dan ketinggian gedung/menara yang harus sesuai aturan. “Tiap-tiap bandara itu memang memiliki KKOP yang berbeda. Namun itu harus disesuaikan dengan peraturan dan harus dilaksanakan,” tambahnya.

Selanjutnya, Marsma Adang menjelaskan mengenai Aerotropolis, yakni suatu bandara yang dibangun dengan konsep bandara modern abad 21. Aerotropolis dibangun mencakup beragam fasilitas baik dari sisi pengoperasian pesawat, operasionalisasi bandara, gedung terminal, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga sistem transportasi daratnya. Bandara ini selain lengkap fasilitasnya, juga harus memenuhi aturan ramah lingkungan.

Dalam pemaparan kurang lebih satu jam, Marsma Adang yang mantan Komandan Lanud Husein Sastranegara dan Halim Perdanakusuma itu, juga menayangkan video mengenai contoh bandara di luar negeri yang termasuk kategori aerotropolis.

Ia berharap, kuliah umum yang disampaikan atas permintaan dari ITENAS kepada Rektor Unhan Letjen TNI Dr. I Wayan Midhio, M.Phil itu dapat memberikan manfaat yang besar bagi para mahasiswa Jurusan Arsitektur ITENAS.

“Semoga ini menginspirasi dan memberikan manfaat yang besar sekaligus menjadi tantangan bagi para mahasiswa sekalian untuk dapat merancang sebuah bandara aerotropolis,” tutupnya.

Usai pemaparan, kuliah umum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dipandu moderator Eka Virdianti, S.T, M.T yang juga dosen Arsitektur di ITENAS.

(Sumber Berita: http://www.angkasareview.com/2017/11/27/marsma-tni-dr-a-adang-supriyadi-beri-kuliah-umum-keselamatan-penerbangan-kebandaraan-di-itenas/)

X