BUKA PELUANG STUDI KE ITALIA DAN SPANYOL, DESAIN PRODUK ITENAS SAMBUT KUNJUNGAN ISTITUTO EUROPEO DI DESIGN (IED)

STUDI ITALIA DAN SPANYOL, DESAIN PRODUK ITENAS, KUNJUNGAN, ISTITUTO EUROPEO DI DESIGN

Buka Peluang Studi ke Italia dan Spanyol, Desain Produk Itenas Sambut Kunjungan Istituto Europeo di Design (IED)

Bandung, 6 Oktober 2026 – Program Studi Desain Produk Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menerima kunjungan istimewa dari perwakilan kampus desain ternama Eropa, Istituto Europeo di Design (IED), pada Selasa (6/10/2026). Bertempat di Ruang Studio Pendidikan Dasar Desain Produk, Gedung 1 Itenas, acara bertajuk "Ciao, Italia! Ngobrol Santai Soal Kuliah Desain di Italia dan Spanyol" ini digelar secara interaktif untuk memperkenalkan peluang studi lanjut bidang desain di ranah internasional.

 

Hadir langsung sebagai narasumber utama dalam sosialisasi ini adalah Giuseppe Abela (Area Manager Greater China & Asia Pacific IED) didampingi oleh Lisa Malonda selaku University Representative IED di Indonesia. Kedatangan jajaran IED disambut hangat oleh Ketua Program Studi Desain Produk Itenas, Maharani Dian Permanasari, S.Ds., M.Ds., Ph.D., bersama dosen Desain Produk Itenas, Dr. Drs. Andry, M.Sn., serta puluhan mahasiswa Desain Produk Itenas yang memadati ruangan dengan antusiasme tinggi.

 

Kedatangan pihak IED ke Itenas bukanlah tanpa alasan. Lembaga pendidikan desain internasional ini secara khusus memilih untuk menyambangi Desain Produk Itenas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Arley Dhifanto Soewarjo, mahasiswa Desain Produk Itenas angkatan 2022. Arley sebelumnya berhasil meraih posisi Runner Up (Juara 2) dalam ajang kompetisi internasional Design Hackathon. Atas torehan tersebut, Arley berhak mendapatkan beasiswa program summer school selama satu bulan di kampus IED Turin, Italia.

 

Dalam sesi sharing, Arley berkesempatan membagikan pengalamannya selama menimba ilmu dan menetap di Italia. Kampus IED Turin sendiri dikenal berfokus pada Automotive & Transportation Design. Selama mengikuti summer school, Arley tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diajak berkunjung langsung ke berbagai industri otomotif mitra dunia, salah satunya pabrikan mobil papan atas, Ferrari.

 

Dalam pemaparannya, pihak IED memperkenalkan ekosistem pendidikan mereka yang saat ini menaungi 11 kampus tersebar di kota-kota pusat kreatif dunia, seperti Milan, Turin, Como, Roma, Florence, Venesia, Cagliari di Italia, hingga Madrid, Barcelona, dan Bilbao di Spanyol. Salah satu keunggulan utama IED adalah penerapan capstone design yang mengintegrasikan mahasiswa langsung dengan proyek industri riil.

 

Mahasiswa Desain Produk Itenas tampak sangat antusias ketika menyimak berbagai program unggulan yang ditawarkan, terutama di bidang Fashion & Accessories, Jewelry Design, hingga Textile Design. Terlebih lagi, untuk pengembangan desain tekstil di kampus IED Como, IED saat ini telah menjalin kemitraan strategis dengan rumah mode mewah internasional, Chanel.

 

Selain program sarjana dan summer school, IED juga membuka kesempatan studi lanjut jenjang Magister (S2) dengan pilihan durasi 1 tahun maupun 2 tahun. Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula mengenai persyaratan pendaftaran admission, di mana portofolio karya menjadi aspek penilaian paling krusial.

 

Kabar baik lainnya, IED saat ini tengah memfinalisasi proses kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan demikian, mulai tahun depan kampus IED ditargetkan resmi masuk ke dalam daftar perguruan tinggi tujuan penerima beasiswa LPDP, sehingga semakin membuka lebar kesempatan bagi civitas akademika Itenas untuk melanjutkan studi ke Italia maupun Spanyol.

 

Rangkaian acara di Itenas diakhiri dengan diskusi interaktif dan sesi foto bersama. Usai merampungkan kegiatannya di Desain Produk Itenas, tim delegasi IED melanjutkan agenda kunjungan akademis mereka ke Program Studi Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB). (Humas)

Berita Lainnya