Sistem Bio CNG:
Mengubah Biogas
Menjadi Energi Bersih
Sistem ini mengonversi biogas yang berasal dari kotoran ternak, limbah kelapa sawit, atau limbah organik menjadi Bio CNG (Bio Compressed Natural Gas) melalui proses pemurnian dan kompresi.
Dengan menggunakan metode water scrubbing, CO₂ dan H₂O dihilangkan sehingga dihasilkan gas dengan kandungan metana lebih dari 92%, yang kemudian dikompresi hingga tekanan 120 bar agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan.
Luaran Riset:
- Prototipe unit pemurnian biogas (Water Scrubber)
- Prototipe unit kompresi biogas (Sistem Bio CNG)
- Bahan bakar bersih siap pakai untuk industri dan pembangkit listrik
Peresmian Waste to Energy Mini Plan dan Peluncuran Bio-CNG NiceGas oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek Fauzan Adziman, Ph.D., Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, dan Rektor Itenas Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, Ph.D., IPU.
Dokumentasi: Itenas News Office
Sustainability
Report 2024
Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam pengelolaan kampus ramah lingkungan melalui partisipasi pada UI GreenMetric World University Rankings 2024, dengan capaian skor total 6.270 dari 10.000 (62,70%). Kinerja keberlanjutan Itenas tercermin pada beberapa aspek utama, khususnya Education and Research dengan skor 1.500/1.800 (83,33%), yang menegaskan integrasi keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Aspek Transportation juga menunjukkan capaian tinggi dengan skor 1.400/1.800 (77,78%), mencerminkan upaya pengurangan emisi dan pengelolaan mobilitas kampus yang berkelanjutan.
Pada kategori Energy and Climate Change, Itenas meraih skor 1.250/2.100 (59,52%), sebagai wujud dukungan terhadap efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim. Sementara itu, aspek Setting and Infrastructure, Waste, dan Water masing-masing memperoleh skor 54,00%, 50,00%, dan 41,00%, yang menjadi dasar penguatan program keberlanjutan ke depan. Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan peran Itenas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan kampus berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Baca Selengkapnya
Sustainability
Report 2023
Sebagai kampus yang berada di tengah kota dan pemukiman padat, Itenas Bandung memiliki tanggung jawab untuk membuat lingkungan di dalam kampus, sekitar kampus dan wilayah Bandung tetap hijau, sebagai kontribusi institusi dalam mengembangkan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dari sisi manfaat, khususnya ditinjau dari fungsi ekologi, RTH merupakan “paru-paru” kota, dan tanaman hijau sebagai bagian dari RTH dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2), meningkatkan jumlah oksigen, menurunkan temperatur, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan.
Selain itu, beberapa program/aktivitas Itenas dalam mendukung Program Pengembangan Berkelanjutan PBB/United Nations’ Sustainable Development Goals (SDGs), difokuskan ke dalam program-program antara lain: pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau dan penanganan perubahan iklim. Program-program tersebut menjadi prioritas dan sudah menjadi kebijakan Itenas, yang dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Itenas.
Baca Selengkapnya
Program
Energi Bersih
& Terjangkau
Sejak awal tahun 2018, Itenas telah memasang instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) grid connected kapasitas kecil, 1000 Wp (Watt peak), sebagai sarana penelitian dan edukasi tidak hanya bagi civitas akademik Itenas, tapi juga untuk masyarakat luar, khususnya guru-guru dan siswa-siswa sekolah, sebagai bagian dari program pengabdian dan pengembangan kapasitas masyarakat. Dampak lebih jauh dari pemasangan ini adalah Itenas turut mensosialisasikan program pemanfaatan energi terbarukan, khususnya pemanfaatan energi matahari. Instalasi PLTS ini dipasang di atap Gedung 1 (Gedung perkuliahan Fakultas Arsitektur dan Desain).
Dalam operasinya selama 3 tahun, PLTS ini telah memberikan dampak positif bagi lingkungan, khususnya dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Gambaran tentang pengurangan emisi GRK dari PLTS 100 Wp, untuk periode 9 Januari 2018 – 15 September 2021, diperlihatkan pada gambar berikut:
Pengurangan emisi GRK dari PLTS 1000 Wp Itenas, untuk periode 9 Januari 2018 – 15 September 2021
Selain itu, di atap Gedung 1, dipasang juga instalasi PLTS yang merupakan sarana penelitian dosen, yang target jangka panjangnya adalah mengembangkan bangunan dengan konsep green and smart, untuk tujuan efesiensi dan konservasi energi.
Program
Kendaraan Listrik
Itenas merupakan perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang telah berhasil merancang dan mewujudkan mobil listrik jenis crossover. Selama ini proyek pengembangan mobil listrik didominasi oleh perguruan tinggi negeri dengan biaya riset berkisar 3-5 milyar rupiah. Mobil listrik jenis crossover dari Itenas ini dilaksanakan dengan biaya riset dan pengembangan yang hanya menghabiskan biaya kurang lebih 1 milyar rupiah dalam tiga tahun. Dosen dibantu mahasiswa dari berbagai multidisiplin di Itenas, berkolaborasi untuk menghasilkan karya mobil listrik.
Evhero Electric Crossover, adalah mobil listrik pertama rancangan Itenas yang diluncurkan pada tanggal 15 November 2017. Kemudian pada Mei hingga Agustus 2018 Itenas telah menyelesaikan karya mobil listrik keduanya yaitu V8 Vadi Electric Sportcar. Mobil electric sportscar hanya dengan membutuhkan waktu pengerjaan 101 hari. Proyek mobil ini dapat terlaksana berkat kerjasama baik antara pengusaha dengan Itenas. Mobil ini secara resmi diluncurkan pada awal bulan September 2018, dalam acara bersama dengan mitra Itenas, V8 Soundsystem.
Bulan September 2018, Itenas Meluncurkan Mobil Pedesaan MASAGI, sebuah hasil kerja sama dengan BP2D Seminar Nasional 25 Tahun Pendidikan Desain di Itenas. Setelah itu, Itenas kembali berkarya dengan meluncurkan Mobil Listrik Itenas Sergap Senyap dan inovasi terbarunya adalah Konversi Kendaraan Roda 3 Itenas, yang memiliki daya motor listrik 3 kW, dan baterai 60 V, 100 Ah.
Program Konservasi
Air
Itenas secara aktif terlibat di dalam program inisiasi sanitasi berbiaya rendah untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan, dengan target akses penuh di tahun 2027. Program ini menitikberatkan Kerjasama dengan Lembaga internasional yang merupakan pelopor sanitasi di seluruh dunia yaitu Safe Water Gardens (SWGs). Bersama Lembaga tersebut, Itenas terlibat di dalam implementasi teknologi sanitasi SWGs dalam mengolah air buangan rumah tangga di Desa Nagrak, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat, yang juga didukung oleh Rotary Club. Secara umum tujuan dari program ini adalah:
1. Memasang 30 unit teknologi SWG, termasuk pembangunan toilet dan kamar mandi serta peralatan dapur; 2. Melibatkan penduduk desa Nagrak di dalam rencana implementasi dan pengembangan; 3. Mengembangkan skema kepemilikan dari teknologi SWG ini kepada masyarakat setempat; 4. Melibatkan keseluruhan masyarakat Desa Nagrak di dalam program ini; 5. Meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya sanitasi yang baik terkait juga dengan implementasi 5 M untuk memutus mata rantai COVID-19.
Itenas berperan aktif untuk membangun jejaring terutama dengan pemerintah setempat terutama Dinas LIngkungan Hidup Kota, Kementrian PUPR, Dinas Perumahan dan Pertanahan. Beberapa aktifitas telah dilakukan seperti survey dan pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai sanitasi dan pengelolaan sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mencapai tujuan proyek terkait dengan air, sanitasi, dan kebersihan higienis kepada sekitar 91 keluarga di Desa Nagrak. Upaya ini akan memberikan akses air bersih, serta sanitasi yang aman kepada seluruh keluarga dan sekaligus mengurangi biaya yang dibutuhkan. Pemanfaatan kembali sampah juga merupakan salah satu hal yang disosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu, 1 unit teknologi SWG akan dipasang di pemukiman di sekitar kampus Itenas.
3R Waste
Management
Program
Itenas sangat mendukung implementasi 3R dalam pengolahan sampah di lingkungan kampusnya. Pemilahan sampah telah dilakukan dengan memisahkan tempat sampah (yang juga dibedakan dengan warna) untuk sampah organik (tong berwana hijau) dan sampah nonorganik (tong berwarna kuning). Sebuah Tempat Penampungan Sementara dibuat di dalam area kampus dan setiap sampah organik yang terkumpul akan diolah menjadi kompos. Sebagai hasil dari hibah RISTEKDIKTI, Itenas juga telah merancang mesin pencacah sampah.
Program
Pemenuhan Baku
Mutu Polusi Udara
di Sekitar Kampus
Itenas menerima hibah dari Particle Plus Co Ltd, USA untuk dua unit particulate matter counter. Alat ini digunakan untuk mengukur kualitas udara di dalam area kampus dan juga di dalam kelas. Kualitas udara harus di ukur secara berkala untuk memastikan bahwa warga kampus dapat bernafas dengan udara bersih di wilayah Itenas. Itenas menyadari bahwa kualitas udara sangat mempengaruhi kenyamanan warga kampus, oleh karena itu harus ada usaha untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di wilayah kampus.
Kebijakan
Transportasi
Manajemen perparkiran di area kampus Itenas telah diserahkan kepada perusahaan outsourcing berpengalaman. Itenas merancang alur pergerakan kendaraan sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di dalam area kampus. Itenas memiliki area parkir seluas 8.460 m2 dan dapat menampung mobil dan motor pada area tertentu (diperlihatkan pada peta wilayah kampus Itenas). Itenas membatasi jumlah kendaraan yang dapat masuk ke kampus sesuai kapasitas area parkir.
Dari Alumni untuk
Pembangunan
Berkelanjutan
Program studi Arsitektur Itenas yang telah lama berdiri telah melahirkan banyak karya arsitektur yang berorientasi pada green building. Salah satu bukti kontribusi nyata terhadap pembangunan yang telah dilakukan alumni adalah terbitnya kumpulan buku 100 Karya Arsitek 8089 dari Ikatan Alumni Arsitektur Itenas, yang mayoritas karyanya mengedepankan konsep green building.