OPTIMASI MIKROEMULSI SEBAGAI NANOREAKTOR UNTUK SINTESIS NANOPARTIKEL: PENDEKATAN MACHINE LEARNING DALAM PREDIKSI DAN KONTROL UKURAN PARTIKEL

OPTIMASI MIKROEMULSI SEBAGAI NANOREAKTOR UNTUK SINTESIS NANOPARTIKEL: PENDEKATAN MACHINE LEARNING DALAM PREDIKSI DAN KONTROL UKURAN PARTIKEL

Dr. Jasman Pardede, S.Si., M.T., Dr.rer.nat. Riny Yolandha Parapat, S.T., M.T., M.Sc., Milda Gustiana Husada, S.T., M.Eng., Muhammad Fahroji, S.Si., Syadda Abdullah, Fadhlan Ridhwana Muhammad, Muthi Hannindyah, Ayunita Yuniar

Nanoteknologi merupakan teknologi terkini yang diterapkan dalam berbagai bidang, khususnya nanopartikel. Mikroemulsi telah dikenal sebagai sistem nanoreaktor yang efisien dalam sintesis nanopartikel karena kemampuannya menghasilkan partikel dengan uk...

OPTIMASI MIKROEMULSI SEBAGAI NANOREAKTOR UNTUK SINTESIS NANOPARTIKEL: PENDEKATAN MACHINE LEARNING DALAM PREDIKSI DAN KONTROL UKURAN PARTIKEL

Dr. Jasman Pardede, S.Si., M.T., Dr.rer.nat. Riny Yolandha Parapat, S.T., M.T., M.Sc., Milda Gustiana Husada, S.T., M.Eng., Muhammad Fahroji, S.Si., Syadda Abdullah, Fadhlan Ridhwana Muhammad, Muthi Hannindyah, Ayunita Yuniar

Nanoteknologi merupakan teknologi terkini yang diterapkan dalam berbagai bidang, khususnya nanopartikel. Mikroemulsi telah dikenal sebagai sistem nanoreaktor yang efisien dalam sintesis nanopartikel karena kemampuannya menghasilkan partikel dengan ukuran yang terkontrol dan seragam. Namun, untuk mendapatkan formulasi mikroemulsi, sejauh ini masih dilakukan dengan uji coba yang menggunakan bahan yang banyak dan memakan waktu yang lama di lab. Selain itu, jika mikroemulsi sudah terbentuk, perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mengetahui ukuran nanopartikel yang terbentuk. Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, penelitian ini akan membuat model formulasi mikroemulsi sebagai nanoreaktor dalam sintesis nanopartikel menggunakan pendekatan Machine Learning (ML) yang juga dapat memprediksi ukuran partikel yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap utama, yaitu (1) formulasi dan karakterisasi mikroemulsi, (2) sintesis nanopartikel dalam sistem mikroemulsi, (3)  analisis ukuran dan morfologi partikel, serta (4) pengembangan model prediktif berbasis ML untuk optimasi parameter mikroemulsi. Berbagai algoritma ML, seperti Random-Forest, ANN, dan SVR digunakan untuk mempelajari hubungan antara komposisi mikroemulsi dan ukuran nanopartikel yang terbentuk. Urgensi penelitian adalah adalah membangun model ML untuk memformulasikan pembentukan mikroemulsi dan memprediksi ukuran nanopartikel dengan presisi tinggi. Model prediktif yang dikembangkan memungkinkan eksplorasi kombinasi parameter optimal tanpa memerlukan eksperimen berulang yang memakan waktu dan biaya. Tujuan penelitian adalah menyiapkan framework yang dapat digunakan untuk memformulasikan sistem mikroemulsi sebagai nanoreactor dan memprediksi ukuran nanopartikel yang dihasilkan agar sintesis nanopartikel dapat dilakuakan dengan efisien. Lama penelitian adalah dua tahun mencakup pengembangan model prediksi terbentuk atau tidaknya nanoreaktor dan prediksi ukuran nanopartikel dengan presisi tinggi berdasarkan parameter formulasi mikroemulsi, seperti dinyatakan pada Gambar 1.
PEMANTAU DINAMIKA SENYAWA ORGANIK TERLARUT DAN OTOMATISASI OPERASIONAL INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM BERBASIS RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) TAHAN IKLIM

PEMANTAU DINAMIKA SENYAWA ORGANIK TERLARUT DAN OTOMATISASI OPERASIONAL INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM BERBASIS RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) TAHAN IKLIM

Dr. Mohamad Rangga Sururi, S.T., M.T., Dr. Arsyad Ramadhan Darlis, S.T., M.T., Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D., Prama Setia Putra, S.Si., M.Si., Ph.D., Mohamad Arif Waskito, S.Sn., M.Ds., Detizca Millenna Nugraha, S.T.

Senyawa Organik(SO) air sungai urban tercemar dipengaruhi perubahan iklim dan aktivitas antropogenik khususnya air limbah domestik di daerah tangkapan air baku. Permasalahannya SO merupakan faktor penentu efektifitas proses pengolahan air minum di IP...

PEMANTAU DINAMIKA SENYAWA ORGANIK TERLARUT DAN OTOMATISASI OPERASIONAL INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM BERBASIS RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) TAHAN IKLIM

Dr. Mohamad Rangga Sururi, S.T., M.T., Dr. Arsyad Ramadhan Darlis, S.T., M.T., Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D., Prama Setia Putra, S.Si., M.Si., Ph.D., Mohamad Arif Waskito, S.Sn., M.Ds., Detizca Millenna Nugraha, S.T.

Senyawa Organik(SO) air sungai urban tercemar dipengaruhi perubahan iklim dan aktivitas antropogenik khususnya air limbah domestik di daerah tangkapan air baku. Permasalahannya SO merupakan faktor penentu efektifitas proses pengolahan air minum di IPAM konvensional. Dinamika kualitas SO yang terjadi jam-jam-an tidak hanya harus dipahami, namun menyulitkan operasional dan pemeliharaan IPAM jika dilakukan secara manual. SO antropogenik meningkat saat pagi dan sore hari. Pendekatan terapan terdepan dan inovatif diperlukan untuk menjamin produksi air minum aman sesuai konteks Rencana Pengamanan Air Minum(RPAM) dengan mengintegrasikan pengukuran parameter kualitas air dan SO secara realtime,otomatisasi sistem operasional IPAM yang responsif dan adaptif terhadap dinamika kualitas SO. Sistem tersebut harus memenuhi kriteria teknis, terjangkau bagi pengelola air minum kota. Tujuan penelitian adalah mengembangkan sistem pemantau dinamika SO dan  otomatisasi operasional IPAM Konvensional yang mengolah air baku tercemar berbasis RPAM (SIPDOT PAM) agar konsisten menghasilkan air minum aman. Metode penelitian terdiri 4 tahapan, untuk dilaksanakan dua tahun.  Tahun pertama: (1)  evaluasi dinamika (fluktuasi per jam) parameter SO dan parameter kunci kualitas air yang mempengaruhi efektifitas kinerja IPAM; dan (2) pengembangan sistem pemantauan dinamika SO dan parameter kunci secara online untuk mencapai status optimal bagi kinerja IPAM dengan kesiapan teknologi di level 5. Tahun pertama menghasilkan paten (terdaftar) mengenai penentuan parameter pengganti SO pada setiap tahapan pengolahan, dan monitoring SO. Tambahannya makalah di seminar internasional terindeks scopus. Tahun kedua terciptanya: (1) sistem otomatisasi operasional IPAM yang preventif, responsif, dan adaptif terhadap dinamika SO dan parameter kunci kualitas air; dan (2) feasibility study purwarupa dan pengemasan purwarupa skala lapangan dengan kesiapan teknologi level 6. Luaran: sertifikasi purwarupa dan tambahannya publikasi jurnal internasional minimal Q2(accepted). Terciptanya perangkat pemantau kualitas air yang terintegrasi dengan otomatisasi operasional IPAM dalam kerangka RPAM tahan iklim akan membantu BLUD/PDAM di Indonesia secara berkelanjutan memproduksi air minum aman sehingga mencapai target nasional akses air minum aman tahun 2023.]
PEMETAAN DAN VISUALISASI SPASIAL UMUR KELAPA SAWIT BEBASISKAN GeoAI DAN GLOBAL CANOPY HEIGHT UNTUK PENGELOLAAN PERKEBUNAN SAWIT BERKELANJUTAN  DI INDONESIA

PEMETAAN DAN VISUALISASI SPASIAL UMUR KELAPA SAWIT BEBASISKAN GeoAI DAN GLOBAL CANOPY HEIGHT UNTUK PENGELOLAAN PERKEBUNAN SAWIT BERKELANJUTAN DI INDONESIA

Dr. Rika Hernawati Effendi, S.T., M.T., Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T., Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng.,M.Eng., Ph.D., Dr. Dhimas Wiratmoko, SP., M.Si, Lintan Bening Nurulhakim, Arya Abdillah Rahim,

Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia, dengan luas lahan mencapai sekitar 16,78 juta hektar. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. Namun sejak tahun 2019 mengalami penurunan devisa hampir 20%...

PEMETAAN DAN VISUALISASI SPASIAL UMUR KELAPA SAWIT BEBASISKAN GeoAI DAN GLOBAL CANOPY HEIGHT UNTUK PENGELOLAAN PERKEBUNAN SAWIT BERKELANJUTAN DI INDONESIA

Dr. Rika Hernawati Effendi, S.T., M.T., Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T., Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng.,M.Eng., Ph.D., Dr. Dhimas Wiratmoko, SP., M.Si, Lintan Bening Nurulhakim, Arya Abdillah Rahim,

Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia, dengan luas lahan mencapai sekitar 16,78 juta hektar. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. Namun sejak tahun 2019 mengalami penurunan devisa hampir 20% dari sektor perkebunan kelapa sawit yang disebabkan oleh tingginya proporsi tanaman tua dan serangan penyakit yang mengurangi produktivitas. Salah satu upaya yang diambil pemerintah untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan meningkatkan produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan dengan cara penguatan data dan penguatan infrastruktur industri kelapa sawit. Untuk mencapai upaya tersebut perlu didukung dengan pemetaan dan visualisasi umur perkebunan kelapa sawit diseluruh wilayah Indonesia. Teknologi GeoAI dan satelit penginderaan jauh merupakan salah satu teknologi terkini yang menjanjikan untuk memetakan dan memonitoring area perkebunan kelapa sawit yang luas secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memvisualisasikan umur kelapa sawit di Indonesia berbasis GeoAI dan Global Canopy Height (GCH). Penelitian ini direncanakan selama satu tahun. Metode yang digunakan mencakup pengolahan citra satelit termasuk koreksi geometrik dan radiometrik, survei lapangan, pengembangan model berbasis GeoAI, dan validasi/verifikasi model serta visualisasi sebaran spasial umur kelapa sawit di Indonesia. Target luaran yang dihasilkan dari penelitian ini adalah model dan visualisasi umur kelapa sawit berbasis citra satelit penginderaan jauh. Model ini merupakan model generik yang dapat diimplementasikan di perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia. Peneltian ini menghasilkan TKT level 3 yang akan dipublikasikan pada Internasional Journal of Geoinformatics (Q3) dan prosiding seminar internasional terindeks scopus.
PEMETAAN PAPARAN PARTIKULAT (PM2,5) DAN SHORT-LIVED CLIMATE POLLUTANTS DENGAN MODEL LAND USE REGRESSION UNTUK MITIGASI PENCEMARAN UDARA DAN KETAHANAN IKLIM

PEMETAAN PAPARAN PARTIKULAT (PM2,5) DAN SHORT-LIVED CLIMATE POLLUTANTS DENGAN MODEL LAND USE REGRESSION UNTUK MITIGASI PENCEMARAN UDARA DAN KETAHANAN IKLIM

Mila Dirgawati ST., MT., Ph.D., Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng., Dr. Moh. Rangga Sururi, ST., MT., Glenn Lucas Hendradjaya, S.T.

Pencemaran udara dan perubahan iklim membentuk sistem kompleks, saling terkait, dan berimplikasi dampak bagi kesehatan manusia. PM2.5 merupakan fraksi partikulat diameter aerodinamis ≤2,5µm yang membahayakan kesehatan bahkan menyebabkan kema...

PEMETAAN PAPARAN PARTIKULAT (PM2,5) DAN SHORT-LIVED CLIMATE POLLUTANTS DENGAN MODEL LAND USE REGRESSION UNTUK MITIGASI PENCEMARAN UDARA DAN KETAHANAN IKLIM

Mila Dirgawati ST., MT., Ph.D., Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng., Dr. Moh. Rangga Sururi, ST., MT., Glenn Lucas Hendradjaya, S.T.

Pencemaran udara dan perubahan iklim membentuk sistem kompleks, saling terkait, dan berimplikasi dampak bagi kesehatan manusia. PM2.5 merupakan fraksi partikulat diameter aerodinamis ≤2,5µm yang membahayakan kesehatan bahkan menyebabkan kematian dini untuk paparan jangka Panjang.  Polutan Iklim Berumur Pendek atau short-lived climate pollutants(SLCP) memiliki masa tinggal di atmosfer lebih pendek tetapi berperan besar dalam pemanasan global. Black carbon(BC) merupakan SLCP yang belum banyak mendapat perhatian, meskipun menyumbang ±30% dari semua polutan iklim global. Permasalahannya Struktur perkotaan kompleks menyebabkan konsentrasi PM2.5danBC bervariasi spasio temporal. Pemantauan lokasi tetap yang terbatas tidak mampu mencerminkan distribusi spasial dan menilai paparan PM2.5danBC dengan akurat. Penting memahami variabilitas intraurban konsentrasi PM2.5danBC untuk penilaian dan pemetaan paparan akurat dan mengurangi kesalahan analisis risiko kesehatan dengan pemodelan  LUR yang memperhitungkan variasi intraurban konsentrasi pencemar dan memprediksi paparan dengan baik. Tujuan penelitian: menilai dan memetakan paparan jangka panjang PM2.5danBC di wilayah perkotaan di Indonesia dengan model LUR.  maka akan teridentifikasi area beresiko tinggi, dengan paparan PM2.5danBC terprediksi tinggi, dan sumber pencemaran dominan bagi PM2.5danBC. Hal ini penting untuk mitigasi pencemaran udara dan ketahanan iklim di Indonesia secara berkelanjutan. Pendekatan terbaru dan inovatif yaitu pemodelan LUR berbasis GIS dikombinasikan hasil pemantauan kualitas udara untuk memperkirakan, menilai, dan memetakan paparan PM2.5danBC di wilayah perkotaan. Penelitian pemodelan ini merupakan pertama di Indonesia, sehingga menjadi pembelajaran membangun model LUR di berbagai kota di Indonesia.Penelitian dilaksanakan 2 tahun. Metodologi tahun pertama: (1) evaluasi kelengkapan data input model; (2)pengumpulan input data model LUR (konsentrasi pencemar dan prediktor variabel potensial); (3)pembangunan model LUR awal.  Tahun kedua: (1)Validasi/pengujian model LUR awal; (2)Prediksi dan pemetaan paparan jangka panjang PM2.5dan BC. Hasil tahun pertama: terciptanya model LUR awal TKT-2, luaran: publikasi jurnal internasional terindeks scopus/min Q2/accepted. Hasil tahun kedua: terciptanya model LUR final dengan TKT-3, dan pemetaan spasial paparan jangka panjang PM2.5danBC. Luaran: Publikasi jurnal internasional terindeks scopus/ minQ2/accepted .
PENGEMBANGAN BIO CNG SEBAGAI BAHAN BAKAR BERBASIS ENERGI BARU TERBARUKAN

PENGEMBANGAN BIO CNG SEBAGAI BAHAN BAKAR BERBASIS ENERGI BARU TERBARUKAN

Prof. Dr Tarsisius Kristyadi S.T. M.T., Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, ST, MT, Ph.D., Dani Rusirawan, ST., MT., Ph.D., Jono Suhartono, ST., MT., Ph.D., Dr. sc. Lisa Kristiana, S.T., M.T.

Pemanfaatan biogas baik dari kotoran ternak, limbah kelapa sawit maupun sampah di Indonesia saat ini sebatas untuk bahan bakar rumah tangga atau bahan bakar lain yang langsung diambil dari reaktor biogas. Biogas dari kotoran ternak belum dapat  ...

PENGEMBANGAN BIO CNG SEBAGAI BAHAN BAKAR BERBASIS ENERGI BARU TERBARUKAN

Prof. Dr Tarsisius Kristyadi S.T. M.T., Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, ST, MT, Ph.D., Dani Rusirawan, ST., MT., Ph.D., Jono Suhartono, ST., MT., Ph.D., Dr. sc. Lisa Kristiana, S.T., M.T.

Pemanfaatan biogas baik dari kotoran ternak, limbah kelapa sawit maupun sampah di Indonesia saat ini sebatas untuk bahan bakar rumah tangga atau bahan bakar lain yang langsung diambil dari reaktor biogas. Biogas dari kotoran ternak belum dapat  dimanfaatkan di area lain selain dekat reaktor biogas karena belum dapat ditransportasikan secara efisien seperti transportasi melalui jaringan pipa atau transportasi dengan tabung gas. Hal ini disebabkan untuk penyimpanan pada tabung gas diperlukan pemurnian biogas untuk mengurangi kadar CO2 dan H2O serta unsur-unsur lain sehingga komponen utama biogas adalah CH4 mencapai lebih dari 92 %. Urgensi dari penelitian ini adalah mengembangkan biogas menjadi Bio CNG (Bio Compressed Natural Gas). Bio CNG merupakan gas methane yang berasal dari biogas yang dimurnikan kemudian disimpan dalam tekanan tinggi supaya volume penyimpanan menjadi sangat kecil sehingga mudah untuk ditransportasikan. Dengan Bio CNG, biogas dapat digunakan untuk bahan bakar industri ataupun pembangkit listrik yang lokasinya jauh dari lokasi dimana reaktor biogas tersebut dibangun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Bio CNG untuk bahan bakar industri. Bio CNG ini mempunyai kadar methane mencapai lebih dari 92 % sehingga nilai kalornya tinggi. Metode yang digunakan adalah pemurnian biogas dengan metode water scrubing dan hasil pemurnian biogas dikompresi atau dinaikkan tekanannnya sampai mencapi 120 bar. Tahapan yang dilakukan adalah rancang bangun water scruber yang cocok untuk pemurnian biogas, hasil rancang bangun kemudian diuji. Tahapan berikutnya adalah rancang bangun sistem kompresi biogas untuk menghasilkan bio CNG. Bio CNG yang dihasilkan diuji coba sebagai bahan bakar industri pembangkit listrik. Luaran dari penelitian ini adalah purwarupa alat pemurnian biogas dan purwarupa alat kompresi biogas menjadi Bio CNG. Luaran lain yang dihasilkan adalah publikasi pada Jurnal Nasional Terakreditasi.  
PENGEMBANGAN MIXED MATRIX MEMBRAN POLIMER/ NANOMATERIAL UNTUK PEMURNIAN BIO-METHANE DARI BIOGAS

PENGEMBANGAN MIXED MATRIX MEMBRAN POLIMER/ NANOMATERIAL UNTUK PEMURNIAN BIO-METHANE DARI BIOGAS

Jono Suhartono, S.T., M.T., Ph.D., Dani Rusirawan, ST., MT., Ph.D., Dr. Mohammad Azis Mahardika, S.T., M.T., Azharin Fahrurozi, An Nabila Azzahro, Martha Diana

Indonesia memiliki potensi biogas yang sangat besar, mencapai 49.810 MW, terutama dari sektor peternakan, perkebunan kelapa sawit, dan limbah rumah tangga. Namun, pemanfaatannya masih rendah akibat keterbatasan teknologi pemurnian dan infrastruktur p...

PENGEMBANGAN MIXED MATRIX MEMBRAN POLIMER/ NANOMATERIAL UNTUK PEMURNIAN BIO-METHANE DARI BIOGAS

Jono Suhartono, S.T., M.T., Ph.D., Dani Rusirawan, ST., MT., Ph.D., Dr. Mohammad Azis Mahardika, S.T., M.T., Azharin Fahrurozi, An Nabila Azzahro, Martha Diana

Indonesia memiliki potensi biogas yang sangat besar, mencapai 49.810 MW, terutama dari sektor peternakan, perkebunan kelapa sawit, dan limbah rumah tangga. Namun, pemanfaatannya masih rendah akibat keterbatasan teknologi pemurnian dan infrastruktur pendukung. Biogas mentah mengandung hanya 50–70% metana, sehingga perlu dimurnikan menjadi bio-metana yang memiliki kadar metana lebih dari 90% untuk dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan bakar ramah lingkungan di sektor rumah tangga, transportasi, industri, dan pembangkitan listrik. Salah satu teknologi yang menjanjikan untuk pemurnian ini adalah membran berbasis polimer yang dimodifikasi dengan nanomaterial, karena efisien, fleksibel, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan membran berbasis Polyethersulfone (PES) yang dimodifikasi dengan nanomaterial berbasis karbon, yaitu Graphene Nanoplatelets (GNPs) dan Carbon Nanotubes (CNTs), dengan variasi komposisi 0–1% dari berat polimer. Penelitian dilakukan melalui lima tahapan: persiapan bahan dan alat, fabrikasi membran dengan metode phase inversion, karakterisasi membran (menggunakan SEM, uji sudul. Kontak, dan sistem permeasi gas), uji pemisahan metana dari biogas, serta optimasi proses pemisahan gas-gas dari biogas. Hasil yang ditargetkan adalah diperolehnya jenis dan komposisi nanomaterial terbaik yang mampu meningkatkan selektivitas dan permeabilitas membran dalam pemisahan CH₄ dan CO₂. Penelitian ini juga diharapkan menghasilkan kondisi operasi optimum untuk kinerja pemisahan gas, serta menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal internasional ber putasi dan diseminasi pada seminar internasional. Secara luas, penelitian ini mendukung pengembangan teknologi pemurnian biogas yang efisien.
PENGEMBANGAN MODEL GLOKALISASI KARYA ALIH WAHANA BERBASIS ANALISIS PEST SEBAGAI TINDAK KOMUNIKASI SOSIOPOLITIK

PENGEMBANGAN MODEL GLOKALISASI KARYA ALIH WAHANA BERBASIS ANALISIS PEST SEBAGAI TINDAK KOMUNIKASI SOSIOPOLITIK

Dr. Agustina Kusuma Dewi, S.Sos., M.Ds., ADI SURAHMAN, Levita Dwinaya, S.S., M.Pd., Azka Zahra Maziya, Luki Lukmanul Hakim, Muhammad Arvi Suria

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kajian tentang alih wahana dan multimodalitas film seni di era digital yang dilakukan pada rentang tahun 2020–awal 2025—selaras dengan state-of-the-art yang dikembangkan pada peta jalan (roadmap) penel...

PENGEMBANGAN MODEL GLOKALISASI KARYA ALIH WAHANA BERBASIS ANALISIS PEST SEBAGAI TINDAK KOMUNIKASI SOSIOPOLITIK

Dr. Agustina Kusuma Dewi, S.Sos., M.Ds., ADI SURAHMAN, Levita Dwinaya, S.S., M.Pd., Azka Zahra Maziya, Luki Lukmanul Hakim, Muhammad Arvi Suria

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kajian tentang alih wahana dan multimodalitas film seni di era digital yang dilakukan pada rentang tahun 2020–awal 2025—selaras dengan state-of-the-art yang dikembangkan pada peta jalan (roadmap) penelitian. Dari hasil studi literatur, kajian teoritik, sintesis dan integrasi teori—ditemukan bahwa proses pengkaryaan film yang merepresentasikan ideologi bangsa di era global bersifat kompleks, namun belum ada model glokal yang memetakan proses tersebut. Urgensi penelitian ini merujuk pada dua studi kasus: film “Setan Jawa” karya Garin Nugroho dan film Korea Selatan “Secretly, Greatly” yang diadaptasi dari webcomic Covertness. Keduanya mengandung simbol dan ideologi visual yang mencerminkan identitas budaya masing-masing. Alih wahana dalam konteks ini tidak sekadar menerjemahkan, tetapi juga mentransformasi teks lintas media tanpa melepaskan nilai dan makna sumbernya. Proses ini turut memuat elemen politik, ekonomi, sosial-kultural, dan teknologi (PEST) yang mempengaruhi konstruksi makna visual dan ideologi bangsa. Globalisasi membuka ruang kolaborasi lintas budaya, tetapi juga membawa potensi pelunturan nilai lokal. Fenomena tersebut menjadi rumusan permasalahan yang akan diteliti sebagai pijakan pengembangan model. Oleh karena itu, konsep glokalisasi—adaptasi elemen global ke dalam konteks lokal—menjadi penting dalam mengembangkan model pengkaryaan alih wahana. Penelitian terapan ini menggunakan pendekatan transdisipliner berbasis analisis PEST, fenomenologi, semiotika, dan teori komunikasi media, serta metode pengembangan model yang bersifat eksploratif-konstruktif. Tujuan penelitian adalah merumuskan Model Glokalisasi Karya Alih Wahana Berbasis Analisis PEST, sebagai panduan kreator dalam memproduksi karya alih wahana yang merepresentasikan ideologi bangsa melalui media populer—seperti salah satunya adalah film. Model ini diharapkan memperkuat posisi karya seni sebagai tindakan komunikasi strategis dan kontribusi terhadap ilmu komunikasi visual, sekaligus sebagai ruang dialektika ideologi bangsa di tengah dinamika sosial budaya era digital. Target luaran wajib penelitian adalah rumusan konseptualisasi Model yang didaftarkan ke E-HKI, ketersediaan dokumen feasibility study, dan luaran tambahan publikasi pada Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA atau submit pada Jurnal Internasional Bereputasi.
PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT  BERBASIS MACHINE LEARNING DAN BIG DATA  CITRA SATELIT PENGINDRAAN JAUH

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT BERBASIS MACHINE LEARNING DAN BIG DATA CITRA SATELIT PENGINDRAAN JAUH

Dr. Soni Darmawan, ST., MT.,

Berdasarkan data Kementrian Pertanian Republik Indonesia (2019) menginformasikan bahwa devisa yang diperoleh dari sawit menurun hingga 20%, hal ini dikarenakan banyaknya tanaman tua yang kurang produktif dan juga banyak tanaman yang terkena penyakit....

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT BERBASIS MACHINE LEARNING DAN BIG DATA CITRA SATELIT PENGINDRAAN JAUH

Dr. Soni Darmawan, ST., MT.,

Berdasarkan data Kementrian Pertanian Republik Indonesia (2019) menginformasikan bahwa devisa yang diperoleh dari sawit menurun hingga 20%, hal ini dikarenakan banyaknya tanaman tua yang kurang produktif dan juga banyak tanaman yang terkena penyakit. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas sawit Presiden Republik Indonesia memberikan intruksi Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024 dimana salah satu aksinya untuk meningkatkan kembali produktivitas sawit nasional adalah melalui penguatan data, penguatan koordinasi, dan infrastruktur. Tujuan penelitian adalah mengembangkan sistem monitoring pertumbuhan perkebunan kelapa sawit berbasis machine learning dan big data citra satelit pengindraan jauh. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun sesuai dengan roadmap yang ada. Tahun kedua fokus pada update pengembangan sistem monitoring perkebunan kelapa sawit yang meliputi: pengumpulan data yang melibatkan time series data citra satelit, prapengolahan citra, georeferencing, pembangunan model fenologi, pembangunan geodatabase, dan pembangunan sistem aplikasi, serta pengujian dan evaluasi. Hasil penelitian berupa verifikasi model fenologi kelapa sawit, geodatabase, dan prototype sistem aplikasi untuk monitoring perkebunan kelapa sawit di Indonesia berbasis spasial pada link berikut https://bit.ly/KelapaSawitNasional-2. Capaian tahun kedua pada kegiatan ini menghasilkan 3 (tiga) buah prosiding internasional (published), 2 (dua) buah jurnal internasional (Q1 dan Q3) (published dan accepted), dan HAKI program komputer (published). Rencana selanjutnya  penelitian ini berfokus pada pengujian, evaluasi, dan diseminasi sistem aplikasi. Katakunci: Kelapa Sawit, Geospasial, Big Data, Pengindraan Jauh
PERANCANGAN DAN PROTOTIPE KABIN INAP DAN KELENGKAPAN INTERIOR BERBAHAN BAKU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI INISIASI WISATA EDUKASI KREATIF BERTEMA JAGUNG

PERANCANGAN DAN PROTOTIPE KABIN INAP DAN KELENGKAPAN INTERIOR BERBAHAN BAKU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI INISIASI WISATA EDUKASI KREATIF BERTEMA JAGUNG

Dr. Andry, M.Sn., Eggi Septianto, M.T., Irfan Sabarilah Hasim, M.T., Muhammad Pramuda Nugraha Sirodz, M.T., Maugina Rizki Havier, S.Ds., M.Ds.

Penelitian mengenai pengolahan bonggol jagung dengan menggunakan teknik laminasi telah dilakukan sejak tahun 2019, dan menghasilkan beragam prototipe produk dari komoditi furnitur dan kerajinan, yang sebagian telah diuji pada pasar, dan sebagian lagi...

PERANCANGAN DAN PROTOTIPE KABIN INAP DAN KELENGKAPAN INTERIOR BERBAHAN BAKU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI INISIASI WISATA EDUKASI KREATIF BERTEMA JAGUNG

Dr. Andry, M.Sn., Eggi Septianto, M.T., Irfan Sabarilah Hasim, M.T., Muhammad Pramuda Nugraha Sirodz, M.T., Maugina Rizki Havier, S.Ds., M.Ds.

Penelitian mengenai pengolahan bonggol jagung dengan menggunakan teknik laminasi telah dilakukan sejak tahun 2019, dan menghasilkan beragam prototipe produk dari komoditi furnitur dan kerajinan, yang sebagian telah diuji pada pasar, dan sebagian lagi masih pada tahap uji keterserapanya. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut maka pada penelitian ini diusulkan implementasi yang lebih besar lagi yaitu perancangan rumah kabin inap dari material bonggol jagung sebagai prototipe wisata edukasi kreatif, yang merupakan bagian dari elemen wisata edukasi utama pada wisata edukasi cerdas Ciwidey, dikawasan wisata Ciwidey, Jawa Barat. Perancangan kabin inap akan dibangun dari bonggol-bonggol jagung dengan teknik laminasi, termasuk dinding, lantai, furnitur, dan elemen interior lainnya. Perancangan ini didasari dari adanya peluang dari mitra untuk mendirikan wisata berbasis edukasi yang menitik beratkan pengalaman rekreatif edukatif bagi para siswa di masyarakat jawa-barat khususnya dan manca negara pada umumnya. Wisata edukasi jagung diharapkan memiliki daya jual yang tinggi dengan melihat bahwa dengan semua produk-produk bonggol jagung yang dihasilkan selama ini akan menjadi  wisata pertama di dunia, yang dihasilkan dari bahan baku Indonesia, dan ditemukan oleh warga negara Indonesia. Pihak mitra, dalam hal ini Wisata Cerdas akan menyediakan lahan sekitar 5 Ha dari 40 Ha area wisata yang disediakan. Berdasarkan hal ini, maka tahap perancangan akan diawali dengan kajian area yang disediakan, penetapan site plan, perancangan grand design kawasan wisata, perancangan rumah kabin lengkap dengan furnitur dan elemen interior lain, paralel dengan persiapan bahan baku dan pengolahan dasar, pembuatan dasar bangunan yang paralel dengan pembuatan prototipe semua produk, pembuatan elemen kabin inap pada workshop, dan diakhiri dengan perakitan kabin inap bonggol jagung pada lahan. Luaran tahun pertama dari penelitian ini adalah, (1) prototipe yang teruji pada lahan yang disediakan kabin inap yang terbuat dari bonggol jagung, lengkap dengan furnitur dan elemen interior lain seperti lampu atau pemisah ruang, (2) kemudian dokumen prototipe, (3) terdaftarnya HaKI dari hak cipta dan desain industri, serta (4) draft publikasi ilmiah dalam jurnal terakreditasi. Sedangkan pada tahun kedua akan dihasilkan luaran berupa (1) dokumen pengujian P3 atau uji pasar, (2) Dokumen perbaikan P3 prototipe yang telah memenuhi konsep sebagai produk, (3) dokumen business plan, (4) publish jurnal, dan (5) terbitnya usulan HaKI. Metodologi yang digunakan adalah design by experiment dan itterative prototyping.  Kata kunci : Bonggol jagung laminasi, Wisata Edukasi, Ekonomi Kreatif, Kabin Inap Bonggol Jagung, Produk Bonggol Jagung.
STUDI PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP SISTEM KOMUNIKASI BAWAH AIR MENGGUNAKAN CAHAYA TAMPAK SEBAGAI TEKNOLOGI TERDEPAN DALAM MENDUKUNG TEKNOLOGI 6G

STUDI PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP SISTEM KOMUNIKASI BAWAH AIR MENGGUNAKAN CAHAYA TAMPAK SEBAGAI TEKNOLOGI TERDEPAN DALAM MENDUKUNG TEKNOLOGI 6G

Dr. Arsyad Ramadhan Darlis, S.T., M.T., Dr. sc. Lisa Kristiana, ST., MT., Lita Lidyawati, S.T., M.T., Dr. Ir. Etih Hartati, M.T., Nadira Desti Prima Putri, Tiara Adinda Wulandari Sihite , Likusa Zulkinurda, Nur Rahman Maulana

Saat ini, transportasi bawah air, seperti kapal selam dan kendaraan bawah air tanpa awak, telah dimanfaatkan untuk beragam aplikasi, seperti aktivitas survei oceanografi sampai dengan aplikasi militer di bawah air. Penggunaan teknologi komunikasi unt...

STUDI PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP SISTEM KOMUNIKASI BAWAH AIR MENGGUNAKAN CAHAYA TAMPAK SEBAGAI TEKNOLOGI TERDEPAN DALAM MENDUKUNG TEKNOLOGI 6G

Dr. Arsyad Ramadhan Darlis, S.T., M.T., Dr. sc. Lisa Kristiana, ST., MT., Lita Lidyawati, S.T., M.T., Dr. Ir. Etih Hartati, M.T., Nadira Desti Prima Putri, Tiara Adinda Wulandari Sihite , Likusa Zulkinurda, Nur Rahman Maulana

Saat ini, transportasi bawah air, seperti kapal selam dan kendaraan bawah air tanpa awak, telah dimanfaatkan untuk beragam aplikasi, seperti aktivitas survei oceanografi sampai dengan aplikasi militer di bawah air. Penggunaan teknologi komunikasi untuk transportasi bawah air telah diteliti dengan media transmisi berbasis akustik, mengingat media frekuensi radio tidak dapat digunakan di dalam air. Namun, teknologi komunikasi akustik memiliki kecepatan dan kapasitas rendah. Oleh  karena itu, dibutuhkan sistem komunikasi yang dapat diterapkan dan handal, yang mendukung perolehan informasi yang lebih cepat dan akurat. Pada penelitian terdahulu, cahaya tampak telah terbukti dapat dimanfaatkan untuk sistem komunikasi (Visible Light Communication-VLC). dengan kecepatan tinggi sebagai media dalam melakukan komunikasi. VLC merupakan bagian dari teknologi 6G yang akan diterapkan beberapa tahun ke depan sebagai teknologi tinggi sehingga dibutuhkan berbagai penelitian untuk menguji kinerja dari teknologi ini di beberapa lingkungan, salah satunya di bawah air (Underwater-VLC-UVLC).  Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi lebih lanjut terhadap kinerja dari sistem UVLC pada lingkungan di bawah air mempertimbangkan karakteristik air, baik pada air tawar maupun air laut. Hasil penelitian akan menjadi dasar penerapan dan penyesuaian pengembangan sistem UVLC yang akan diterapkan pada Teknologi 6G mendatang. Metoda yang digunakan dengan mengirimkan Informasi berupa sinyal multimedia melalui cahaya tampak, menggunakan sistem UVLC yang diimplementasikan, pada media air tawar dan air laut sehingga akan didapatkan model dan karakteristik dari lingkungan air untuk pengembangan sistem UVLC mendatang. Hasil Penelitian ini dilakukan selama 2 tahun dengan TKT level 3 dimana Luaran wajib dari penelitian ini adalah Journal of Communications (Q3) pada tahun ke-1 dan Indonesian Journal of Science and Technology (Q1) pada tahun ke-2, serta luaran tambahan Jurnal Nasional Terakreditasi INFOTEL (SINTA 2) pada tahun ke-1, dan draft Paten yang telah terdaftar pada tahun ke-2 serta draft Buku Ajar Ber-ISBN. 
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERKELANJUTAN (PENGEMBANGAN INDEKSASI KUALITAS LINGKUNGAN)

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERKELANJUTAN (PENGEMBANGAN INDEKSASI KUALITAS LINGKUNGAN)

Iwan Juwana, ST.,M.EM., Ph.D.,

Pusat Kolaborasi Riset Daya Dukung Lingkungan Berkelanjutan (PKR-DDLB) merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Badan Peneliti...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERKELANJUTAN (PENGEMBANGAN INDEKSASI KUALITAS LINGKUNGAN)

Iwan Juwana, ST.,M.EM., Ph.D.,

Pusat Kolaborasi Riset Daya Dukung Lingkungan Berkelanjutan (PKR-DDLB) merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat. PKR-DDLB dibentuk untuk menjawab permasalahan lingkungan dan mengembangkan kajian daya dukung lingkungan yang berkelanjutan secara kuantitatif, khususnya melalui pengembangan indeks daya dukung lingkungan, sebagai salah satu tools dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan lingkungan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menghasilkan  keputusan yang mampu menjamin pemanfaatan sumberdaya alam tanpa merusak kelestariannya untuk generasi sekarang dan generasi mendatang. PKR-DDLB dalam pelaksanaanya dikelompokkan menjadi 4 kelompok bidang riset (Research Hub), yaitu: (1) bidang riset sumberdaya lahan; (2) bidang riset sumberdaya air; (3) bidang riset sumberdaya udara; dan (4) bidang riset dampak terhadap ekosistem. PKR-DDLB didukung oleh para pakar dan periset dengan berbagai kompetensi, diantaranya: Teknik Lingkungan, Manajemen Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Ekonomi Lingkungan, Mikrobiologi Lingkungan, Air Limbah, Persampahan, Pengolahan Air Bersih, Air Minum dan Air Limbah, Pengelolaan Kualitas Lingkungan, Kualitas Udara, Pemodelan Polusi Udara dan Iklim, Lingkungan Pertambangan, Limbah B3 dan Analisa Risiko, Konservasi Tanah dan Air, Pengelolaan Air Tanah, Kesuburan Tanah, Silvikultur, Kimia dan Mikrobiologi Tanah. Pusat Kolaborasi Riset Daya Dukung Lingkungan Berkelanjutan (PKR-DDLB) diharapkan dapat menjadi suatu pusat kerjasama antar institusi untuk mengembangkan berbagai kajian iptek di bidang lingkungan, khususnya yang terkait dengan pengembangan metode dan aplikasi daya dukung lingkungan. Kehadiran PKR-DDLB diharapkan dapat menghasilkan berbagai macam inovasi yang dapat diaplikasikan di masyarakat, khususnya para pemangku wilayah dalam pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan (sustain). 
INVESTIGATION OF LAND SUBSIDENCE BASED ON SAR IMAGERY AND GNSS AND ITS IMPACT ON WATER QUALITY (CASE STUDY IN JAKARTA AND BANDUNG - INDONESIA)

INVESTIGATION OF LAND SUBSIDENCE BASED ON SAR IMAGERY AND GNSS AND ITS IMPACT ON WATER QUALITY (CASE STUDY IN JAKARTA AND BANDUNG - INDONESIA)

Dr. Soni Darmawan, ST., MT.

The study was performed to investigate ground subsidence in North Jakarta. We conducted measurements at six uniformly spaced locations around the area. Each observation location was subjected to a GPS GNSS survey in static mode for at least two hours...

INVESTIGATION OF LAND SUBSIDENCE BASED ON SAR IMAGERY AND GNSS AND ITS IMPACT ON WATER QUALITY (CASE STUDY IN JAKARTA AND BANDUNG - INDONESIA)

Dr. Soni Darmawan, ST., MT.

The study was performed to investigate ground subsidence in North Jakarta. We conducted measurements at six uniformly spaced locations around the area. Each observation location was subjected to a GPS GNSS survey in static mode for at least two hours. The primary findings of this survey are the coordinates of the observation sites in North Jakarta. This coordinate data will help with the analysis and monitoring of temporal variations in land subsidence. Keywords: GPS GNSS, Land Subsidence, North Jakarta