PERKUAT PERENCANAAN TRANSPORTASI NASIONAL, KEPALA PUSRIN CSUE ITENAS PAPARKAN PEMODELAN PERKOTAAN DI BAPPENAS RI

PERENCANAAN TRANSPORTASI NASIONAL, KEPALA PUSRIN CSUE ITENAS, DOSEN ITENAS, TEKNIK SIPIL ITENAS

Perkuat Perencanaan Transportasi Nasional, Kepala Pusrin CSUE Itenas Paparkan Pemodelan Perkotaan di Bappenas RI

Bandung, 15 Oktober 2026 – Dosen Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Bandung yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Riset dan Inovasi (PUSRIN) Lingkungan Perkotaan Berkelanjutan (Head of Center for Sustainable Urban Environment Research & Innovation / CSUE) Itenas Bandung, Dr. nat. techn. Muhamad Rizki, S.T., M.T., dipercaya menjadi narasumber utama dalam kegiatan Thematic Discussion Series 5: Internal Capacity Building yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI pada Kamis, 15 Oktober 2026.

 

Kegiatan yang digelar secara daring oleh Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Bappenas tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas internal para perencana Bappenas dalam memahami dan memanfaatkan pemodelan transportasi perkotaan. Pemodelan ini menjadi krusial sebagai dasar pengambilan keputusan investasi berskala besar, seperti perencanaan jaringan rel perkotaan, Bus Rapid Transit (BRT), integrasi multimoda, hingga penataan logistik perkotaan.

 

Mengusung topik utama "Fondasi Pemodelan Transportasi Perkotaan: Fungsi Responsif dan Fungsi Pembentuk dalam Perencanaan Kota", Dr. Muhamad Rizki memaparkan secara komprehensif mengenai konsep dasar, kerangka berpikir, serta ragam pendekatan pemodelan transportasi. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti dua fungsi utama model transportasi, yaitu fungsi responsif (responsive predict & provide) untuk mengantisipasi permintaan lalu lintas, serta fungsi pembentuk (shaping - predict & prevent) yang mengarahkan perkembangan wilayah melalui kerangka land use-transport interaction.

 

Selain itu, Dr. Muhamad Rizki juga mengulas secara mendalam pendekatan four-step model (Trip Generation, Trip Distribution, Modal Split, dan Trip Assignment) beserta logika, asumsi, dan batas kemampuannya. Beliau menekankan pentingnya peran perencana di Bappenas untuk tidak sekadar menerima angka hasil pemodelan, melainkan mampu berpikir kritis sebagai pemesan (penyusun KAK), penilai laporan, hingga pengguna hasil studi yang tepat sasaran.

 

Keterlibatan Kepala Pusat Riset CSUE Itenas Bandung dalam forum diskusi strategis tingkat kementerian ini mempertegas komitmen dan kontribusi kepakaran akademis Itenas Bandung dalam mendukung perumusan kebijakan serta perencanaan pembangunan infrastruktur transportasi nasional yang berkelanjutan. (Humas)

Berita Lainnya