FASILITASI SINERGI NASIONAL, ITENAS BANDUNG TUAN RUMAH RAKERNAS BKS-TM 2026 BAHAS KEMANDIRIAN TEKNOLOGI

RAKERNAS, BKS-TM, KEMANDIRIAN TEKNOLOGI, TEKNIK MESIN

Fasilitasi Sinergi Nasional, Itenas Bandung Tuan Rumah Rakernas BKS-TM 2026 Bahas Kemandirian Teknologi

Bandung, 19 Mei 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda bergengsi Rapat Kerja Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKS-TM) Indonesia tahun 2026. Acara berskala nasional yang mempertemukan perwakilan program studi teknik mesin dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 20 hingga 21 Mei 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Bale Dayang Sumbi, Itenas Bandung.

 

Menandai perjalanan 24 tahun berdirinya BKS-TM Indonesia, raker tahun ini mengusung tema strategis, "Membangun Kemandirian Teknologi melalui Kolaborasi Program Studi Teknik Mesin dan Industri Nasional." Sebagai wadah utama institusi pendidikan tinggi teknik mesin di tanah air, BKS-TM konsisten bergerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mutu riset, serta pengabdian kepada masyarakat demi melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi bangsa.

 

Rangkaian acara hari pertama, dibuka secara resmi dengan sejumlah sambutan penting. Turut memberikan sambutan di antaranya Rektor Itenas Bandung, Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, S.T., M.T., Ph.D., IPU., serta Sekretaris Jenderal BKS-TM, Prof. Dr. Ir. Ario Sunar Baskoro, S.T., M.T., M.Eng., IPM, ASEAN Eng. Pada kesempatan ini, Gubernur Jawa Barat diwakili oleh H. Sumasna, S.T., MUM. selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, yang menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kolaborasi sektor akademik dan industri di wilayah Jawa Barat. 

 

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, Dr. Setia Diarta, M.T., sekaligus langsung dilanjutkan dengan sesi Keynote Speech yang dipandu oleh Sekjen BKS-TM selaku moderator. Fokus utama yang ditekankan adalah pentingnya membangun jembatan yang kokoh antara dunia akademisi dengan industri nasional, guna mempercepat rekayasa teknologi dan manufaktur yang maju, berkelanjutan, serta memiliki daya saing global.

 

Hari pertama juga diisi dengan serangkaian Sidang Pleno. Sidang Pleno I dan II membahas laporan pelaksanaan serta persiapan Musyawarah Anggota BKS-TM, SNTTM, ISAIME, hingga evaluasi Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin. Selanjutnya, pada Sidang Pleno III, dilakukan pemaparan komprehensif mengenai Laporan Keuangan serta laporan perkembangan dari 12 bidang kerja di bawah naungan BKS-TM. Agenda hari pertama ditutup secara impresif melalui kunjungan laboratorium di lingkungan kampus Itenas dan ditutup dengan Gala Dinner sekaligus Pemberian Penghargaan BKS-TM.

 

Memasuki hari kedua, raker dilanjutkan dengan agenda yang tidak kalah strategis. Rangkaian dimulai dengan sosialisasi alat digital mutakhir melalui tools Seminar.BKSTM.org. Sesi Keynote Speech berikutnya menghadirkan pandangan praktis dari Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., yang mengupas tuntas tantangan nyata implementasi teknologi di sektor industri strategis.

 

Selain itu, guna memastikan mutu institusi pendidikan teknik mesin tetap relevan dengan standar terkini, dilakukan Sosialisasi Instrumen Akreditasi LAM-Teknik Terbaru oleh Prof. Dr-Ing. Ir. Nasruddin, M.Eng. Selepas sosialisasi tersebut, para peserta dibagi ke dalam tiga komisi utama, yaitu:

  1. Komisi I (Akreditasi) di Ruang GSG Utama.

  2. Komisi II (Bahan Ajar dan Standar Minimum Laboratorium) di Ruang GSG Lantai 2.

  3. Komisi III (Penelitian, Pengabdian, Pengembangan SDM, Pelatihan, Kerjasama, dan Profesi Keinsinyuran) di Ruang Prodi Lantai 2.

 

Setelah melalui diskusi intensif di masing-masing komisi, Rapat Kerja BKS-TM 2026 memasuki Sidang Pleno V untuk penyampaian pandangan umum, perumusan hasil sidang komisi, serta penyusunan notulen dalam Sidang Paripurna.

 

Melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional 2026 di Itenas Bandung ini, diharapkan sinergi dan kolaborasi nasional dalam pengembangan teknologi manufaktur serta rekayasa industri dapat semakin kuat. Langkah nyata ini diharapkan mampu mendukung penuh program pemerintah dalam melahirkan sektor industri Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global di masa depan. (Humas)

Berita Lainnya