WUJUDKAN "ZERO ACCIDENT", PRAKTISI BARRY CALLEBAUT BEKALI MAHASISWA ITENAS ILMU INTEGRASI K3 DAN KEAMANAN PANGAN

BARRY CALLEBAUT, PT PAPANDAYAN COCOA INDUSTRIES, K3, KEAMANAN PANGAN

Wujudkan "Zero Accident", Praktisi Barry Callebaut Bekali Mahasiswa Itenas Ilmu Integrasi K3 dan Keamanan Pangan

Bandung, 20 Mei 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung kembali membekali mahasiswanya dengan wawasan praktis berstandar industri. Melalui kegiatan Kuliah Tamu K3L 2026, Itenas mengangkat tema krusial bertajuk "Integrasi Manajemen K3 dan HACCP di Industri Makanan: Perspektif Global Barry Callebaut". Acara ini diselenggarakan pada Rabu (20/5), bertempat di Ruang Seminar Gedung Student Center Lantai 2.

 

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Rispianda S.T., M.T., M.Phil. ini turut dihadiri oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri Itenas, Fifi Herni Mustofa S.T., M.T., serta jajaran dosen Teknik Industri, salah satunya Dr. Caecilia Sri Wahyuning S S.T., M.T.. Dalam sambutan pembukanya, Kaprodi Teknik Industri Itenas menegaskan urgensi penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di dunia industri masa depan.

 

"Kita di awal semester itu pasti akan ada kuliah tamu, dan kebetulan bulan April itu identik dengan bulan K3. K3 di industri itu sangatlah diperlukan dan penting. Silakan manfaatkan kuliah ini, gali keingintahuan kalian di sini," ujarnya saat memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang hadir.

 

Kuliah tamu ini diwajibkan bagi mahasiswa Itenas yang sedang mengambil mata kuliah K3, namun juga dibuka bagi masyarakat umum yang tertarik mempelajari standar keselamatan operasional industri. Tampil sebagai narasumber adalah Yadi Suryadi, S.M., M.M. seorang praktisi profesional yang menjabat sebagai Safety, Health, & Environment (SHE) Manager di PT. Papandayan Cocoa Industries, yang merupakan bagian dari jaringan global perusahaan cokelat Barry Callebaut.

 

Dalam sesi presentasinya, Yadi menjabarkan berbagai tujuan pembelajaran kepada peserta, mulai dari memahami konsep dasar Manajemen K3 dan keamanan pangan, mengetahui hubungan di antara keduanya, hingga memahami integrasi sistem manajemen tersebut di industri kakao. Ia juga mengajak peserta untuk mengetahui tantangan implementasi dan melihat contoh penerapan nyatanya di lapangan operasional.

 

Menurut Yadi, untuk menciptakan tingkat kecelakaan nihil di tempat kerja, diperlukan sebuah pendekatan yang terstruktur dan sangat intens. Ia berpesan bahwa apa pun posisi yang akan ditempati oleh lulusan mahasiswa kelak, baik sebagai manajer produksi maupun engineer, fokus pada tujuan keselamatan adalah hal yang paling utama.

 

Lebih lanjut, ia membedah dua aspek fundamental dalam sebuah manufaktur makanan, yakni Sistem Manajemen K3 dan Sistem Keamanan Pangan. Yadi menjelaskan bahwa hal ini berfokus pada pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Di sisi lain, Sistem Keamanan Pangan hadir untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan senantiasa aman untuk dikonsumsi publik, serta bebas dari bahaya biologis, kimia, maupun fisik.

 

"Keduanya memiliki kesamaan tujuan, yaitu meminimalkan risiko dan meningkatkan kepercayaan stakeholder," demikian paparannya.

 

Sebagai penutup, ditekankan bahwa penerapan yang konsisten dari kedua sistem tersebut akan memberikan segudang manfaat, seperti peningkatan efisiensi operasional, perlindungan maksimal terhadap tenaga kerja dan konsumen, hingga peningkatan reputasi perusahaan. Dengan demikian, integrasi dan komitmen terhadap kedua sistem ini merupakan faktor kunci dalam mencapai kinerja bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. (Humas)

Berita Lainnya