ITENAS BANGUN KOLABORASI UNTUK INTEGRASI KUALITAS UDARA DAN PERUBAHAN IKLIM

KOLABORASI, FORUM DISEMINASI, PT REKAYASA INDUSTRI ITENAS, YAYASAN VISI INDONESIA RAYA EMISI NOL BERSIH, BMKG, BRIN, KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

Itenas Bangun Kolaborasi untuk Integrasi Kualitas Udara dan Perubahan Iklim

Bandung, 30 Juni 2026 – Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) berkolaborasi dengan PT Rekayasa Industri Itenas (Rekinas) dan Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (Viriya ENB) menyelenggarakan kegiatan “Diseminasi Pelingkupan dan Pemetaan Super Polutan di Indonesia: Membangun Basis Ilmiah untuk Integrasi Kualitas Udara dan Perubahan Iklim” di Hotel Mercure Nexa Bandung Supratman. Kegiatan ini menjadi forum diseminasi hasil kajian sekaligus ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat basis ilmiah pengendalian super polutan di Indonesia.

 

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, S.T., M.T., Ph.D., IPU. (Rektor Itenas), Dr. Ardhasena Sopaheluwakan (Deputi Bidang Klimatologi BMKG), serta Dr. Suzanty Sitorus (Direktur Eksekutif Viriya ENB). Pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengendalian pencemaran udara dan mitigasi perubahan iklim berbasis riset serta inovasi menjadi highlight utama sambutan ketiganya.

 

Sebagai simbol apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan riset dan kolaborasi, Rektor Itenas menyerahkan cinderamata kepada perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perhubungan, dan Viriya ENB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

 

Sesi ilmiah diawali dengan pendahuluan yang bertajuk Setting the Context of Super Pollutant oleh Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng., Kepala LPPM Itenas, yang memberikan gambaran mengenai urgensi pemetaan super polutan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang mengintegrasikan isu kualitas udara dan perubahan iklim.

 

Pada sesi paparan pertama yang dipandu Dr. Andrean Maulana, S.T., M.T., peserta memperoleh perspektif dari Iim Ibrahim, S.P., M.T. (JFT Pedal Ahli Madya, Kementerian Lingkungan Hidup RI) mengenai kebijakan pengendalian pencemaran udara di Indonesia, Sheila Dewi Ayu Kusumaningtyas, Ph.D. (PMG Muda Sub Bidang Pencemaran Udara BMKG) mengenai pengukuran ozon permukaan, metana (CH₄), pencemar udara lainnya, dan gas rumah kaca, serta Prof. Ir. Puji Lestari, Ph.D. (Prodi Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung) yang memaparkan perkembangan riset super polutan di Indonesia. Paparan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta.

 

Sesi berikutnya menghadirkan narasumber dari BRIN, Dr. Albertus Sulaiman, yang membahas riset atmosfer melalui Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) yang dipimpinnya, Itenas yang mendiseminasikan hasil kajian pelingkupan dan pemetaan super polutan di Indonesia oleh Mila Dirgawati, S.T., M.T., Ph.D. (dosen Prodi Teknik Lingkungan Itenas), serta Dr. Ir. Siti Maimunah, S.Si., M.S.E., M.A. (Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan) yang memaparkan transformasi kebijakan transportasi berkelanjutan sebagai upaya mitigasi emisi super polutan. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung aktif dan interaktif dengan dipandu Dr. nat. techn. Muhamad Rizki, S.T., M.T. sebagai moderator.

 

Kegiatan ditutup dengan closing remarks yang menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan organisasi masyarakat dalam menghasilkan basis ilmiah yang kuat bagi penyusunan kebijakan pengendalian super polutan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya peningkatan kualitas udara dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia dapat berjalan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan. (Humas)

Berita Lainnya