ITENAS DAN PII PUSAT BAHAS PENGUATAN KOLABORASI KEINSINYURAN DAN PENGEMBANGAN INSINYUR MASA DEPAN
KOLABORASI, PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (PII), MOU, MOA, FTSP ITENAS
Itenas dan PII Pusat Bahas Penguatan Kolaborasi Keinsinyuran dan Pengembangan Insinyur Masa Depan
Jakarta, 13 Agustus 2026 – Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) melakukan pertemuan dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat di Graha Rekayasa Indonesia, PII Pusat, dalam rangka membahas rencana kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam mendukung pengembangan keinsinyuran di Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PII Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng., Executive Director PII Ir. Santhi H. Serad, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., serta Wakil Direktur Eksekutif PII Ir. Mucharom Achmadi, S.T.. Dari Itenas, hadir Rektor Itenas Prof. Ir. Meilinda Nurbansari, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T., serta anggota Task Force PII Itenas sekaligus Kaprodi S1 Teknik Mesin Dr. Eng. Ir. M. Azis Mahardika, S.T., M.T., IPM.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris PII memaparkan profil organisasi sekaligus pentingnya penguatan profesi insinyur di Indonesia. Ia menyoroti kebutuhan peningkatan jumlah dan kualitas insinyur nasional agar mampu mendukung pembangunan dan daya saing Indonesia. PII juga memperkenalkan sejumlah agenda yang dapat menjadi ruang kolaborasi, di antaranya World Engineering Day (WED) dengan tema “Smart Engineering for a Sustainable Future Through Innovation and Digitalization” serta CAFEO44 – Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity Through Inclusive and Sustainable Industrialization, yang mempertemukan para insinyur dari 11 negara ASEAN.
Selain itu, PII menyampaikan rencana penyelenggaraan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD)/Engineering Index pada akhir Agustus sebagai upaya mendorong tersedianya indeks insinyur Indonesia yang dapat mendukung perencanaan, pembangunan, pendiskusian, hingga pelaksanaan pembangunan nasional. Inisiatif tersebut diharapkan turut memperkuat peran insinyur dalam mendukung kebutuhan pembangunan sekaligus memberikan kemudahan dalam pengembangan rekam jejak dan sertifikasi profesional insinyur, termasuk Insinyur Profesional (IPU dan IPM).
Pembahasan juga mengarah pada peluang implementasi kerja sama yang lebih konkret antara PII dan Itenas. Kedua pihak berharap MoU dan MoA yang disusun tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan pengembangan profesi keinsinyuran.
Ke depan, PII juga membuka peluang untuk menghadirkan jajaran pengurus PII dalam kegiatan di Itenas, termasuk memberikan pengarahan dan workshop bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk menekuni bidang keinsinyuran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan perspektif profesional kepada mahasiswa sekaligus mempersiapkan calon-calon insinyur yang memiliki kompetensi dan pemahaman terhadap kebutuhan industri serta pembangunan nasional.
Melalui pertemuan ini, Itenas dan PII Pusat berkomitmen untuk terus mengeksplorasi bentuk kerja sama yang dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan profesi keinsinyuran. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kemajuan pembangunan Indonesia. (Humas)