ITENAS DAN UNIVERSITAS TRISAKTI SUKSES SELENGGARAKAN APCOMS-IMEC 2026, PERKUAT KOLABORASI GLOBAL DI BIDANG CIRCULAR MANUFACTURING

APCOMS-IMEC 2026, CIRCULAR MANUFACTURING, KOLABORASI, UNIVERSITAS TRISAKTI, TEKNIK INDUSTRI

Itenas dan Universitas Trisakti Sukses Selenggarakan APCOMS-IMEC 2026, Perkuat Kolaborasi Global di Bidang Circular Manufacturing

Bandung, 28 Juli 2026 – Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) bersama Universitas Trisakti sukses menyelenggarakan The 8th Asia Pacific Conference on Manufacturing Systems7th International Manufacturing Engineering Conference (APCOMS-IMEC 2026)  pada 27 dan 28 Juli 2026 di Hotel Pullman Bandung. Mengusung tema Circular Manufacturing: Strengthening Indonesia's Industrial Resilience, konferensi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemerintah untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan transformasi industri manufaktur menuju keberlanjutan.

 

Sebagai penyelenggara bersama, Itenas turut berperan aktif dalam penyelenggaraan konferensi melalui keterlibatan Dr. R. Cahyadi Nugraha Sanudi, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Industri Itenas, yang dipercaya sebagai Co-Chairman APCOMS-IMEC 2026. Bersama tim dari Universitas Trisakti dan para kolaborator internasional, ia mengkoordinasikan penyelenggaraan konferensi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.

 

Konferensi dibuka dengan kehadiran Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, ASEAN Eng., Rektor Itenas Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Prof. Ts. Dr. Yatimah Binti Alias, para keynote speaker, pimpinan perguruan tinggi kolaborator, serta perwakilan Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri (BKSTI). Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan penampilan tari tradisional oleh UKM Lisenda Itenas, dilanjutkan sambutan dari Ketua APCOMS-IMEC 2026, pimpinan perguruan tinggi, dan pembukaan konferensi secara resmi.

 

Ketua APCOMS-IMEC 2026, Dr. Rahmi Maulidya, S.T., M.T., menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menerima 235 naskah dari para peneliti. Sebanyak 198 naskah mengikuti proses peer review, dan 151 artikel dinyatakan diterima, dengan tingkat penolakan (rejection rate) sebesar 23,7% sebagai bentuk komitmen panitia dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah. Dari jumlah tersebut, 141 artikel diregistrasikan dan seluruhnya berhasil dipresentasikan, terdiri atas 89 presentasi luring dan 52 presentasi daring. Sebanyak 34 artikel (24%) berasal dari penulis internasional, mencerminkan semakin luasnya partisipasi peneliti dari berbagai negara dalam APCOMS-IMEC 2026. Konferensi tahun ini menghadirkan kontribusi ilmiah dari berbagai institusi di Jepang, Filipina, Republik Ceko, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Indonesia, sehingga semakin memperkuat posisi APCOMS-IMEC sebagai forum kolaborasi riset manufaktur di kawasan Asia Pasifik dan dunia. 

 

Dalam sambutannya, Rektor Itenas menyampaikan bahwa menjadi kehormatan bagi Itenas dapat menjadi tuan rumah bersama Universitas Trisakti dalam penyelenggaraan APCOMS-IMEC 2026. Menurutnya, berbagai disrupsi yang terjadi pada sektor manufaktur mendorong dunia akademik dan industri untuk terus beradaptasi sehingga keberlanjutan (sustainability) menjadi salah satu perhatian utama dalam implementasi Industri 5.0. Rektor Itenas juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan konferensi ini sebagai ruang pertukaran gagasan, pengembangan penelitian, dan perluasan kolaborasi lintas institusi.

 

Hari pertama konferensi menghadirkan empat keynote speaker dari unsur pemerintah, akademisi, dan industri. Feby Setyo Hariyono, S.H., M.Si., mewakili Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Dr. Ir. Setia Diarta, M.T., menyampaikan materi Strengthening Indonesia's Industrial Resilience: National Strategic Roadmap for Metal, Machinery, Automotive and Electronics in the Circular Economy Era. Selanjutnya, Assoc. Prof. Dr. Ir. Sukoyo, M.T. dari Institut Teknologi Bandung membahas Operationalizing Circular Manufacturing Through Continuous Improvement Systems, Assoc. Prof. Dr.-Ing. Mohd Azmir Mohd Azhari dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah memaparkan Abrasive Waterjet Machining Technology and its Process Sustainability, sementara Ir. Widjanarko, M.T. dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membawakan materi Sustainable Manufacturing. Keempat sesi dipandu oleh Praditya Ajidarma, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Teknik Industri ITB.

 

Selain konferensi ilmiah, hari kedua juga diisi dengan Workshop dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Production Planning and Control bekerja sama dengan BKSTI Jawa Barat–Banten. Workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Anas Ma'ruf, M.T., dan Assoc. Prof. Dr. Ir. Sukoyo, M.T., yang membahas berbagai topik mulai dari forecasting, aggregate planning, master production scheduling, Material Requirement Planning (MRP), production scheduling, hingga pengembangan mata kuliah Production Planning and Control. Kegiatan ini menjadi forum berbagi praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum sekaligus penyelarasan pembelajaran dengan kebutuhan industri manufaktur yang semakin terdigitalisasi. 

 

Dalam sambutannya, Ketua BKSTI Jawa Barat–Banten, Muhammad Nashir Ardiansyah, S.T., M.T., Ph.D., menekankan bahwa transformasi industri melalui digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan analisis data mendorong perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, industri, dan organisasi profesi dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

Di sela penyelenggaraan konferensi, juga dilaksanakan Collaborators Meeting yang diikuti perwakilan perguruan tinggi mitra dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penunjukan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) sebagai tuan rumah APCOMS-IMEC 2028 di Penang, Malaysia, serta komitmen untuk memperkuat APCOMS-IMEC sebagai jejaring kolaborasi internasional yang lebih berkelanjutan dan melibatkan semakin banyak institusi dari berbagai negara. 

 

Rangkaian APCOMS-IMEC 2026 ditutup dengan pengumuman Best Paper dan Best Presenter, penyerahan sertifikat partisipasi, serta closing ceremony yang dipimpin oleh Dr. R. Cahyadi Nugraha Sanudi, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mitra, sponsor, narasumber, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan konferensi. Ia juga menegaskan bahwa APCOMS-IMEC telah menjadi wadah kolaboratif yang konsisten mempertemukan peneliti lintas negara untuk mendorong inovasi di bidang sistem manufaktur.

 

Melalui penyelenggaraan APCOMS-IMEC 2026, Itenas kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional, mendorong publikasi ilmiah bereputasi, serta menghadirkan forum yang menjembatani kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam mewujudkan ekosistem manufaktur yang inovatif dan berkelanjutan. (Humas)

Berita Lainnya