WORKSHOP PRODUKSI CENDERA MATA JADI LANGKAH LANJUTAN ITENAS PERKUAT EKOSISTEM SENI BEBEGIG SUKAMANTRI
WORKSHOP, PKM, SENI BEBEGIG SUKAMANTRI, CENDERA MATA
Workshop Produksi Cendera Mata Jadi Langkah Lanjutan Itenas Perkuat Ekosistem Seni Bebegig Sukamantri
Ciamis, 12 Juli 2026 – Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Workshop Produksi Cinderamata Berbasis Topeng Bebegig Sukamantri yang diselenggarakan di Sanggar Seni Bebegig Sukamantri Baladdewa, Dusun Cempaka, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Workshop ini merupakan kelanjutan dari program bertajuk "Penguatan Ekosistem Seni Bebegig Sukamantri sebagai Identitas Budaya Lokal Berbasis Inovasi dan Hilirisasi Riset Seni". Setelah sebelumnya membekali para perajin dengan pemahaman mengenai filosofi, identitas visual, dan proses perancangan topeng berbasis Design Thinking, kegiatan kali ini difokuskan pada pengembangan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tanpa menghilangkan karakter budaya Bebegig Sukamantri.
Tim PkM Itenas dipimpin oleh Drs. Edi Setiadi Putra, M.Ds. (Prodi Desain Produk) bersama anggota dosen Drs. M. Djalu Djatmiko, M.Ds. (Prodi Desain Produk), Iyus Kusnaedi, S.Sn., M.Ds. (Prodi Desain Interior), dan Ardhiana Muhsin M., S.T., M.T. (Prodi Arsitektur), serta melibatkan mahasiswa Program Studi Desain Produk. Workshop diikuti oleh 20 peserta yang merupakan anggota Sanggar Seni Bebegig Sukamantri Baladdewa di bawah pimpinan Sandi Purnama.
Dalam workshop, peserta diajak mengeksplorasi berbagai kemungkinan pengembangan karakter topeng Bebegig menjadi produk cinderamata yang tetap mempertahankan identitas visual khas Bebegig buhun. Melalui pendampingan dari tim PkM, para peserta berdiskusi mengenai proses perancangan produk, penerapan elemen visual Bebegig pada media cendera mata, hingga peluang pengembangan produk budaya yang memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan mengedepankan kolaborasi antara akademisi dan para perajin. Berbekal pemahaman konseptual yang telah diperoleh pada pelatihan sebelumnya, peserta mulai mengembangkan gagasan produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu merepresentasikan filosofi dan karakter Seni Bebegig Sukamantri sebagai warisan budaya lokal.
Melalui workshop ini, Itenas berharap hasil riset yang telah dikembangkan tidak berhenti pada aspek akademik semata, melainkan dapat dihilirisasikan menjadi produk kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan cinderamata berbasis Bebegig Sukamantri diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal, membuka peluang ekonomi kreatif bagi komunitas perajin, sekaligus mendukung upaya pelestarian Warisan Budaya Tak Benda Indonesia secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara 2026, rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Itenas dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Sanggar Seni Bebegig Sukamantri Baladdewa, hasil riset seni tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya inovasi yang berdampak bagi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. (Humas)