WUJUDKAN KAMPUS SEHAT BEBAS BAHAYA BIOLOGIS, K3L ITENAS GELAR SOSIALISASI HIDUP HARMONIS DENGAN HEWAN SEKITAR

KAMPUS SEHAT, K3L, SOSIALISASI, DOKTER HEWAN, BANDUNG VET

Wujudkan Kampus Sehat Bebas Bahaya Biologis, K3L Itenas Gelar Sosialisasi Hidup Harmonis dengan Hewan Sekitar

Bandung, 4 Juni 2026 – Panitia Pengurus Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (P2K3L) Institut Teknologi Nasional Bandung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi K3L dengan tajuk "PAW-sitive Harmonization: Creating a Purr-fect and Healthy Campus Life" pada hari Kamis (4/6). Berlangsung di Gedung Student Centre, kegiatan ini ditujukan bagi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Itenas.

 

Sesi pembukaan acara diwakili oleh Sekretaris P2K3L Itenas, Dr. Caecilia Sri Wahyuning, S.T., M.T.. Pada kesempatan ini juga Dr. Caecilia bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya acara. "Semoga melalui acara ini kita dapat membangun harmoni agar bisa hidup berdampingan dengan hewan dan makhluk hidup di sekitar kita, sekaligus menjaga agar kita semua senantiasa berada dalam kondisi yang sehat," tuturnya.

 

Memasuki sesi utama, sosialisasi ini menghadirkan drh. Yusuf Adi Nugraha dari Bandung Vet sebagai narasumber pakar. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tren peningkatan populasi kucing liar di area publik kampus serta masih rendahnya pemahaman warga kampus mengenai risiko kesehatan lingkungan yang dapat ditimbulkan.

 

Lebih lanjut, drh. Yusuf menjabarkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai secara saksama, di antaranya:

 

  • Kesehatan Lingkungan: Adanya penumpukan kotoran hewan dapat menjadi sarang berkembangbiaknya bakteri, kutu, dan parasit di lingkungan kerja.

  • Ancaman Hama: Sisa pakan kucing yang tidak dikelola dengan baik akan mengundang datangnya tikus yang berisiko membawa penyakit menular.

  • Dampak Psikososial: Kehadiran hewan liar yang tidak terkontrol juga berpotensi memicu konflik dan kecemasan pada masyarakat di sekitar area kampus.

 

Sebagai upaya edukasi mendalam, narasumber juga membeberkan pemahaman seputar bahaya biologis (zoonosis), yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa jenis zoonosis umum dari kucing yang wajib diwaspadai meliputi infeksi bakteri (Cat Scratch Disease, Bartonellosis, Pasteurellosis, Sporotrichosis), infeksi parasit (Toksoplasmosis, Toksoariasis), serta paparan jamur dan virus seperti Kurap (Ringworm) dan Rabies.

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dan menciptakan lingkungan kampus yang harmonis, drh. Yusuf merekomendasikan sebuah pendekatan komprehensif. Langkah utama yang perlu diterapkan adalah metode Trap-Neuter-Return (TNR) atau program sterilisasi berkelanjutan untuk menekan laju populasi.

 

Tindakan preventif lainnya adalah melalui pengaturan jadwal dan penentuan lokasi spesifik pemberian makan hewan, serta pembersihan sisa makanan secara rutin. Beliau juga menyarankan pembatasan akses fisik, seperti penggunaan kawat pelindung atau penanaman vegetasi pengusir alami seperti serai wangi dan lavender di area tertentu. Edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait menjadi kunci utama agar manusia dan hewan dapat hidup berdampingan secara aman.

 

Selain sesi edukasi yang padat nutrisi, kegiatan sosialisasi K3L ini juga dilengkapi dengan fasilitas Medical Check-Up (MCU) bagi seluruh peserta sebagai bagian dari upaya deteksi dini kesehatan. Untuk menyemarakkan suasana sekaligus meningkatkan kebugaran para peserta di penghujung acara, kegiatan ditutup dengan sesi Workout Dance energik yang dipandu langsung oleh instruktur Herlina Gitaningsih. (Humas)

Berita Lainnya