BUKTI KEUNGGULAN RISET, 5 DOSEN ITENAS RAIH KEPERCAYAAN PENDANAAN RIIM BRIN

RIIM BRIN, PRESTASI DOSEN, HIBAH RISET

Bukti Keunggulan Riset, 5 Dosen Itenas Raih Kepercayaan Pendanaan RIIM BRIN

Bandung, 20 Januari 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang diperhitungkan di kancah nasional. Sebanyak lima dosen Itenas berhasil memenangkan pendanaan prestisius dalam Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 10 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

 

Pencapaian gemilang ini tertuang dalam Surat Keputusan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Nasional Nomor 105/II.7/HK/2025. Total pendanaan yang berhasil diamankan oleh para peneliti Itenas mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp1,29 Miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan teknologi di bidang lingkungan, pertahanan, dan kelautan.

 

Keberhasilan ini melibatkan kolaborasi dosen dari berbagai program studi, yakni Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Informatika. Riset yang diajukan dinilai memiliki urgensi tinggi dan solusi konkret terhadap permasalahan strategis bangsa.

 

1. Terobosan Pemantauan Kualitas Air Berbasis AI (Teknik Lingkungan) Pendanaan terbesar diraih oleh tim dari Program Studi Teknik Lingkungan yang dipimpin oleh Kancitra Pharmawati, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Eka Wardhani, S.T., M.T.. Proposal mereka yang berjudul "Sistem Monitoring dan Prediksi Kualitas Air Terdistribusi dengan Kedalaman Bervariasi Berbasis IoT dan AI" berhasil mendapatkan hibah sebesar Rp882.600.000,-. Riset ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memantau kualitas air secara real-time dan akurat, yang krusial bagi manajemen sumber daya air nasional.

 

2. Teknologi Pesisir Mutakhir (Teknik Sipil) Dari Program Studi Teknik Sipil, Yessi Nirwana Kurniadi, S.T., M.T., Ph.D., sebagai anggota tim penerima, sukses mendapatkan pendanaan sebesar Rp233.000.000,-. Riset yang diusung bertajuk "Pengembangan Alat Ukur Arus Berbasis Lagrangian (Coastel Drifter) dengan Sistem Real Time Kinematic (RTK) untuk Mendukung Riset Pesisir". Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat data oseanografi Indonesia melalui instrumen pengukuran arus yang presisi.

 

3. Pertahanan Cerdas Berbasis Gelombang Otak (Informatika) Sementara itu, tim dari Program Studi Informatika yang terdiri dari Dewi Rosmala, S.Si., M.IT. dan Dr. Jasman Pardede, S.Si., M.T. menorehkan prestasi lewat proposal berjudul "Optimasi Sistem Kendali Drone Berbasis EEG dengan Machine Learning untuk Aplikasi Pertahanan". Riset futuristik yang menghubungkan sinyal otak (Electroencephalography/EEG) dengan kendali wahana nirawak ini mendapatkan pendanaan sebesar Rp178.300.000,-. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk diaplikasikan dalam operasi pertahanan taktis yang meminimalkan kontak fisik langsung.

 

Partisipasi dan kemenangan para dosen Itenas dalam kompetisi RIIM BRIN Gelombang 10 ini menjadi bukti nyata bahwa ide-ide akademis dari kampus Itenas mampu bertransformasi menjadi solusi teknis yang relevan dengan kebutuhan negara. Dengan dukungan pendanaan penuh dari pemerintah, ketiga riset ini diharapkan segera memasuki tahapan pengembangan dan hilirisasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan industri terkait. (Humas)

 

Berita Lainnya