PERKUAT KOLABORASI DAN AKSELERASI TEKNOLOGI LINGKUNGAN MASA DEPAN, ITENAS SAMBUT KUNJUNGAN DAN KULIAH TAMU DARI CHENG SHIU UNIVERSITY TAIWAN
KOLABORASI, TEKNOLOGI LINGKUNGAN, CHENG SIU UNIVERSITY, TAIWAN, SDGS
Perkuat Kolaborasi dan Akselerasi Teknologi Lingkungan Masa Depan, Itenas Sambut Kunjungan dan Kuliah Tamu dari Cheng Shiu University Taiwan
Bandung, 24 Februari 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung terus memperluas jejaring kerja sama globalnya. Pada hari ini, Selasa (24/2), Itenas menerima kunjungan resmi dari delegasi Cheng Shiu University (CSU), Taiwan, yang berlangsung di Kampus Itenas, Bandung.
Delegasi dari Cheng Shiu University diwakili oleh Assoc. Prof. Jein-Wen Chen (Head of the International Industry-Academia Development Division) dan Dr. Aldeno Rachmad Ika. Kedatangan para delegasi disambut hangat langsung oleh Rektor Itenas, Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, S.T., M.T., Ph.D., IPU.
Dalam sesi ramah tamah, Rektor Itenas menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ini. Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kolaborasi strategis antara Itenas dan Cheng Shiu University di masa depan, mulai dari riset bersama hingga pertukaran mahasiswa, khususnya pada bidang teknologi lingkungan dan keberlanjutan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, dilakukan pula penandatanganan Implementation Agreement (IA) yang mencakup pelaksanaan kuliah tamu pada hari ini. Turut hadir pada penandatanganan ini adalah Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama (WRPIK), Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D., serta Kepala LPPM Itenas, Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng.
Puncak dari rangkaian acara ini adalah kuliah tamu bertajuk “Integrating Environmental Protection and Resource Recovery: Taiwan’s Practical Insights and Implementation” yang disampaikan oleh Prof. Jein-Wen Chen.
Dalam paparannya, Prof. Chen menjelaskan perkembangan pusat riset di Taiwan yang berfokus pada isu environmental toxins and emerging contaminants, yang awalnya berkembang dari pusat riset teknologi analisis mikro, lalu bertransformasi menjadi pusat riset terpadu dalam program kolaborasi pendidikan tinggi dan riset berkelanjutan. Pusat riset tersebut juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dari United Nations, khususnya dalam aspek perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Dihadapan para mahasiswa dan dosen, Prof. Chen memaparkan materi mendalam mengenai:
-
Evolusi dan status terkini pengelolaan limbah di Taiwan.
-
Studi kasus pabrik insinerasi (pembakaran sampah) di Kaohsiung.
-
Teknik pengambilan sampel dan analisis dioksin pada insinerator serta efektivitas pengurangan limbah.
-
Proyeksi pengembangan pengelolaan lingkungan di masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi riset, teknologi, dan kebijakan publik dalam menjawab tantangan lingkungan modern, termasuk pengelolaan limbah berbasis sirkular dan penguatan kolaborasi industri-akademisi.
Kuliah tamu ini juga dihadiri oleh para pakar lingkungan dari Itenas, di antaranya Prof. Rangga Sururi, S.T., M.T., Mila Dirgawati, S.T., M.T., Ph.D., serta Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng. Kehadiran para dosen Teknik Lingkungan ini memicu diskusi teknis yang dinamis mengenai adaptasi teknologi pengelolaan limbah Taiwan untuk diimplementasikan di Indonesia, termasuk potensi pengembangan riset bersama terkait emerging contaminants dan teknologi pengendalian polutan.
Melalui kegiatan ini, Itenas berharap mahasiswa mendapatkan wawasan global langsung dari praktisi internasional, sekaligus mempererat hubungan bilateral akademik antara Indonesia dan Taiwan dalam bidang teknologi lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi riset yang berorientasi pada keberlanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Humas)