DOBRAK STIGMA KAKU ANAK TEKNIK, PRODI GEODESI ITENAS BEKALI MAHASISWA KEMAMPUAN PERSONAL BRANDING DAN KOMUNIKASI
GEODESI ITENAS, PERSONAL BRANDING DAN KOMUNIKASI, KULIAH TAMU
Dobrak Stigma Kaku Anak Teknik, Prodi Geodesi Itenas Bekali Mahasiswa Kemampuan Personal Branding dan Komunikasi
Bandung, 6 Mei 2026 – Menepis anggapan bahwa mahasiswa teknik identik dengan sifat yang kaku dan hanya berfokus pada hitungan matematis, Program Studi Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menyelenggarakan Kuliah Tamu inspiratif. Mengangkat tema seputar pengembangan soft skill, acara ini berlangsung pada Rabu (6/5) mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB bertempat di lantai 3 gedung Fakultas Kampus Itenas.
Acara yang dikhususkan bagi mahasiswa Teknik Geodesi ini turut dihadiri oleh Kepala Program Studi Teknik Geodesi, Ir. Moh Abdul Basyid, M.T., serta dosen pengampu, salah satunya Dr. Ir. Dewi Kania Sari, M.T.
Dalam sambutan pembukanya, Ir. Moh Abdul Basyid menekankan urgensi keseimbangan antara kemampuan teknis (hard skill) dan keterampilan interpersonal (soft skill) bagi calon insinyur di era modern. "Kita semua di sini bersama-sama ingin memperluas wawasan dan ilmu. Yang akan dibicarakan oleh narasumber kita pagi ini adalah soft skill, seperti cara menghadapi orang, personal branding, komunikasi, leadership, hingga entrepreneurship. Sebagai anak teknik, meskipun terkesan kaku, kita harus bisa dan jago berkomunikasi," ujar Ir. Moh Abdul Basyid saat memberikan motivasi kepada para peserta.
Guna memberikan wawasan yang praktis dan relevan, kuliah tamu ini menghadirkan Bintang Putra Damaryani, S.T. Ia merupakan figur yang tepat karena selain berstatus sebagai Alumni Teknik Geodesi Itenas, Bintang kini sukses berkarier sebagai Praktisi Personal Branding & Communication juga bekerja dalam bidang digital communication di PTPP.
Dalam pemaparannya, Bintang membagikan perjalanan transformatifnya serta menanamkan mindset bahwa kunci utama menghadapi dunia pascakampus adalah ketahanan mental. "Kita sebagai manusia, dan khususnya sebagai mahasiswa, harus bisa mempunyai ketahanan dan konsistensi dalam menghadapi segala tantangan," tegasnya.
Materi yang disampaikan Bintang sukses membuka mata para mahasiswa mengenai realita dunia profesional. Berdasarkan tayangan presentasinya, Bintang menyoroti sebuah fakta penting di dunia kerja, “Bukan siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling bisa dipahami dan dipercaya.”
Ia juga meluruskan miskonsepsi seputar membangun citra diri. Bintang membagikan prinsip dasar bahwa personal branding bukanlah sebuah kebohongan, melainkan cara memberitahukan sisi hidup yang ingin ditunjukkan kepada publik. Menurutnya, semakin personal seseorang menceritakan kisahnya, maka audiens akan semakin relate dengan sisi kemanusiaannya. Karena itu, ia mendorong para mahasiswa agar tidak takut melakukan eksperimen dalam berkomunikasi.
Menutup sesinya, Bintang membagikan filosofi pribadinya di balik aktivitasnya membuat konten dan membangun relasi di media sosial. Ia meyakini bahwa personal branding sejati berakar pada keinginan untuk berbagi. "Mengapa saya senang membuat konten? Karena apa yang saya punya, ilmu yang saya miliki, ingin saya sebarluaskan agar orang lain tahu dan bisa ikut memanfaatkannya," ungkap Bintang menginspirasi seluruh audiens. Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa hal besar tidak selalu datang dari sesuatu yang besar, melainkan dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati.
Melalui kuliah tamu ini, diharapkan lulusan Teknik Geodesi Itenas tidak hanya menjadi engineer yang cerdas secara teknis dan mahir mengolah data spasial, tetapi juga menjadi profesional yang adaptif, komunikatif, dan memiliki nilai tambah di tengah persaingan dunia kerja yang kompetitif. (Humas)