DUKUNG ASTA CITA SWASEMBADA PANGAN, RISET DOSEN ITENAS TENTANG TEKNOLOGI SORPSI SEKAM PADI RAIH HIBAH RP233 JUTA

RISET DOSEN, HIBAH, BRIN, ASTA CITA SWASEMBADA PANGAN

Dukung Asta Cita Swasembada Pangan, Riset Dosen Itenas Tentang Teknologi Sorpsi Sekam Padi Raih Hibah Rp233 Juta

Bandung, 28 Januari 2026 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh akademisi Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Melengkapi deretan pencapaian riset yang didanai pemerintah tahun ini, dua dosen Itenas yang tergabung dalam tim peneliti, yakni Prof. Dr. Ir. Etih Hartati, M.T. dan Mohamad Arif Waskito, S.Sn., M.Ds., berhasil memenangkan hibah pendanaan riset kompetitif.

 

Pendanaan sebesar Rp233.000.000,- ini berhasil diraih melalui skema Rumah Program (RP) Organisasi Kebumian dan Maritim (OKM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keberhasilan ini semakin memperkuat peran Itenas dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi permasalahan lingkungan dan pertanian di Indonesia.

 

Judul proposal yang berhasil lolos seleksi ketat tersebut adalah "Degradasi Emerging Contaminant dalam Air Irigasi di Kawasan Pertanian Rancaekek-Hulu DAS Citarum, dengan Teknologi Sorpsi Sekam Padi, untuk Mendukung Asta Cita Swasembada Pangan".

 

Riset ini dinilai memiliki urgensi tinggi mengingat kawasan Rancaekek yang berada di Hulu DAS Citarum merupakan salah satu lumbung padi strategis di Jawa Barat, namun kerap menghadapi tantangan pencemaran air irigasi akibat limbah industri (emerging contaminant).

 

Prof. Etih dan Arif Waskito bersama tim menawarkan solusi inovatif dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah pertanian itu sendiri, yakni sekam padi, sebagai bahan penyerap (sorben) polutan. Teknologi sorpsi ini diharapkan mampu memurnikan air irigasi sebelum masuk ke lahan persawahan, sehingga kualitas hasil panen dapat terjaga dan bebas dari kontaminasi zat berbahaya.

 

Riset ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis lingkungan, tetapi juga dirancang untuk mendukung visi besar pemerintah, yakni Asta Cita Swasembada Pangan. Dengan menjamin ketersediaan air irigasi yang bersih dan layak, produktivitas lahan pertanian di kawasan Rancaekek diharapkan dapat meningkat secara signifikan. (Humas)

Berita Lainnya