INOVASI BIOGAS UNTUK MASA DEPAN DARI ITENAS!
BIOGAS, INOVASI, INOVASI ITENAS
INOVASI BIOGAS UNTUK MASA DEPAN DARI ITENAS!
Bandung, 20 Januari 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung kembali membuktikan produktivitasnya dalam menghasilkan inovasi teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan. Sebanyak lima dosen Itenas berhasil meraih pengakuan legalitas berupa Sertifikat Desain Industri dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia untuk karya inovatif berjudul "Pembersih Biogas (Scrubber Biogas)".
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Itenas dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Mengusung semangat "Inovasi Biogas Untuk Masa Depan Dari Itenas", alat ini dirancang sebagai solusi teknis untuk meningkatkan kualitas biogas agar lebih efisien dan layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Inovasi Scrubber Biogas ini merupakan buah pemikiran dan kerja keras dari tim dosen yang terdiri dari para pakar di bidangnya. Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan, kelima desain industri tersebut adalah:
-
Prof. Ir. Tarsisius Kristyadi, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
-
Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, S.T., M.T., Ph.D., IPU.
-
Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D.
-
Jono Suhartono, S.T., M.T., Ph.D.
-
Dr. sc. Lisa Kristiana, S.T., M.T.
Sinergi antara para akademisI ini menunjukkan kekuatan kolaborasi internal Itenas dalam melahirkan karya cipta yang tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga potensi hilirisasi industri yang kuat.
Sertifikat Desain Industri ini diterbitkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.
Perlindungan hukum atas desain industri ini berlaku selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan, yaitu 23 Juni 2025. Dalam sertifikat tersebut dijelaskan bahwa judul desain industri adalah "Pembersih Biogas (Scrubber Biogas)" dengan klaim perlindungan pada aspek konfigurasi.
Kehadiran Scrubber Biogas karya dosen Itenas ini diharapkan dapat menjawab tantangan dalam pemanfaatan biogas yang seringkali terkendala oleh tingginya kadar pengotor (impurities). Dengan adanya teknologi pembersih ini, efisiensi pembakaran biogas dapat ditingkatkan, menjadikannya solusi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Raihan ini menambah deretan prestasi Itenas dalam bidang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sekaligus mempertegas posisi Itenas sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam riset teknologi tepat guna. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh civitas akademika Itenas untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang berdampak positif bagi kemandirian teknologi bangsa. (Humas)