PRESTASI RISET BERLANJUT, 2 DOSEN ITENAS RAIH PENDANAAN RIIM BRIN UNTUK INOVASI LINGKUNGAN DAN MATERIAL MAJU

RIIM BRIN, INOVASI, RISET, PENDANAAN PENELITIAN

Prestasi Riset Berlanjut, 2 Dosen Itenas Raih Pendanaan RIIM BRIN untuk Inovasi Lingkungan dan Material Maju

Bandung, 26 Januari 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung semakin mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan berbasis riset. Itenas kembali menambah daftar prestasi gemilang dengan lolosnya proposal riset terbaru dari dosen-dosen terbaiknya dalam program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

 

Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi aktif dosen Itenas dalam pengembangan riset strategis yang relevan dengan kebutuhan nasional, khususnya pada isu lingkungan dan pengembangan material maju berbasis sumber daya alam lokal.

 

Pencapaian terbaru ini salah satunya melibatkan dosen Program Studi Teknik Lingkungan Itenas, Dr. Mohamad Rangga Sururi, S.T., M.T., tergabung sebagai anggota tim dalam riset skema RIIM Kompetisi berjudul:

“Penerapan Sidik Jari (Fingerprint) Isotop Stabil untuk Pelacakan Sumber Sedimentasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kritis di Indonesia.”

 

Penelitian yang berada di bawah naungan Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan ini dinilai strategis dalam menjawab permasalahan sedimentasi pada DAS kritis di Indonesia melalui pendekatan teknologi tinggi. Metode fingerprint isotop stabil digunakan untuk mengidentifikasi sumber sedimentasi secara akurat, sehingga dapat mendukung pengambilan kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua tahun.

 

Sementara itu, dosen Program Studi Teknik Sipil Itenas, Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. juga terlibat sebagai anggota tim dalam penelitian berjudul:

“Pemanfaatan Silika Alam Bangka Belitung Teraktivasi sebagai Mineral Kritis dalam Sistem Mineral Timah–Logam Tanah Jarang untuk Rekayasa Self-Healing Concrete.”

 

Penelitian ini berfokus pada pengembangan beton pintar (self-healing concrete) yang mampu memperbaiki retakan secara mandiri dengan memanfaatkan silika alam teraktivasi sebagai mineral kritis. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan umur layanan infrastruktur, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan dan bernilai tambah.

 

Capaian ini menjadi bukti bahwa dosen Itenas terus berperan aktif dalam riset kolaboratif nasional serta berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Humas)

Berita Lainnya