HARI KEDUA KULIAH UMUM PKBN ITENAS 2026: PERKUAT KONSENSUS BANGSA, KETERAMPILAN MASA DEPAN, DAN AKSI PELESTARIAN LINGKUNGAN
PKKMB ITENAS 2026, PKBN ITENAS 2026, KULIAH UMUM, MAHASISWA BARU
Hari Kedua Kuliah Umum PKBN Itenas 2026: Perkuat Konsensus Bangsa, Keterampilan Masa Depan, dan Aksi Pelestarian Lingkungan
Bandung, 13 September 2026 – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menyelenggarakan hari kedua Kuliah Umum Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) 2026 pada Minggu (13/9/2026) di Gedung Bale Dayang Sumbi (GSG) Itenas. Sesi pertama diawali dengan paparan materi "Implementasi 4 Konsensus Dasar Bangsa" dan "Implementasi Ketahanan Nasional dan Sistem Pertahanan Semesta" oleh Mayjen TNI (Purn) Asrobudi, S.IP., M.Si., Purnawirawan TNI yang juga merupakan Dosen NIDK Prodi DKV Itenas.
Dipandu oleh moderator Dr. Inko Sakti Dewanto, M.Ds., Mayjen Asrobudi memaparkan pola pikir pembentukan karakter mahasiswa baru melalui sinergi antara subjek dan objek civitas akademika, orang tua, serta lingkungan. Metode yang diterapkan meliputi pendidikan, pengajaran, latihan, workshop, hingga pengasuhan untuk menanamkan nilai inti Itenas.
Sebagai wujud nyata aksi bela negara di bidang lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan Penanaman Pohon Trembesi pada pukul 11.00 WIB di area taman depan Cafetaria Itenas. Setelah pembukaan singkat oleh Mayjen TNI (Purn) Asrobudi, penanaman 3 bibit pohon dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAK) Itenas, Prof. Ir. Tarsisius Kristyadi, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., perwakilan UKM Himpala Itenas, serta perwakilan mahasiswa baru. Panitia juga menyerahkan sisa bibit pohon kepada UKM Himpala dan mahasiswa baru sebagai simbolis keberlanjutan pelestarian lingkungan kampus.
Pada Sesi 3, Ir. Danang Rizki Ginanjar, B.Eng., MBA. (Board of INDI Group) menyampaikan materi bertajuk "From Freshmen to Future-Ready, Digital-Smart, Character-Driven Generation" dengan moderator Nur Fitrianti Fahrudin, S.Kom., M.T.
Dalam pemaparannya, Ir. Danang Ginanjar, MBA. menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar mata kuliah, melainkan superpower daya saing bangsa untuk mencetak profesional yang berkarakter humanis:
-
Ketuhanan Yang Maha Esa: Menjadi kompas moral di era serba dinamis.
-
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mengedepankan empati dalam kepemimpinan.
-
Persatuan Indonesia: Membangun kolaborasi di tengah perbedaan.
-
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Membiasakan mendengarkan sebelum mengambil keputusan.
-
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menciptakan inovasi yang inklusif bagi semua pihak.
Ia juga memperkenalkan The Skills Map for 2030 yang wajib dimiliki mahasiswa, seperti AI & Data Fluency, Critical Thinking, Creative Problem-Solving, Communication & Storytelling, Cross-Cultural Collaboration, serta Character & Ethics.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sesi 4 dan Sesi 5 oleh Trainer ESQ Leadership Center, Yendra Rahmat Pamungkas. Sesi siang membawakan topik "Agama dan Kecerdasan Buatan: Etika, Moral, dan Eksistensi Manusia", disusul sesi sore dengan topik "Kerukunan Umat Beragama dan Toleransi Antar Sesama". Pelatihan berbasis ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) ini membekali mahasiswa dengan penguatan etika moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi demi menjaga keharmonisan berbangsa.
Rangkaian Kuliah Umum PKBN 2026 hari kedua ini berhasil memperkuat komitmen mahasiswa baru Itenas untuk menjadi generasi berkarakter, cerdas secara digital, serta peduli terhadap keutuhan bangsa dan pelestarian lingkungan. (Humas)