KEMAS INOVASI SAINTEK LEWAT NARASI SINEMATIK, HUMAS ITENAS GELAR WORKSHOP STORYBOARD DAN SCRIPTING WEBSERIES

WORKSHOP, HUMAS ITENAS, STORYBOARD DAN SCRIPTING WEBSERIES, RESONA SAINTEK, DIKTISAINTEK

Kemas Inovasi Saintek Lewat Narasi Sinematik, Humas Itenas Gelar Workshop Storyboard dan Scripting Webseries

Bandung, 18 September 2026 – Biro Kerja Sama, Humas, dan Pemasaran (BKHP) Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menyelenggarakan Workshop Storyboard and Scripting for YouTube Webseries bertajuk "Merancang Web Series - Dari Ide Sampai Skenario" pada Jumat, 18 September 2026 di Smart Classroom Gedung 9 Kampus Itenas Bandung. Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Kampanye Tematik Resona Saintek 2026 ini diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari tim Humas BKHP Itenas dan tim Pelaksana Resona Saintek Itenas.


Narasumber Aisyah Amirah Nasution, seorang penulis skenario profesional bersertifikat LSP KFT yang berpengalaman merancang berbagai karya film layar lebar seperti Iqro, Petualangan Meraih Bintang (2017), webseries Janji Haji (2022), serta aktif menjadi pengajar kelas film di Salman Film Academy mengawali sesi dengan memaparkan konsep dasar webseries sebagai format film modern yang lahir dari perkembangan media sosial, khususnya YouTube.


Dalam pemaparannya, dipaparkan tiga jenis webseries, yaitu episodik dengan cerita berdiri sendiri, serial bersambung dengan alur cerita utuh, serta antologi yang menyatukan beragam karakter dan cerita dalam satu benang merah tema. Lebih dari sekadar media informasi rinci, webseries menekankan fungsi peningkatan kesadaran (awareness) dan daya pikat (engagement) publik melalui penokohan yang kuat, latar yang erat dengan kehidupan sehari-hari, serta kejujuran rasa untuk menggugah empati penonton.  


Sejalan dengan pendekatan Humanizing Science, penyusunan materi difokuskan pada penerjemahan inovasi BioCNG menjadi narasi yang membumi dan dekat dengan masyarakat. Pemutaran ide menggali berbagai potensi nilai lokal riset BioCNG Itenas, mulai dari dampak nyata pengelolaan limbah bagi ekonomi koperasi warga, hingga kisah inspiratif di balik para peneliti (people behind the science). 


Memasuki ranah teknis penulisan dan produksi, narasumber menjelaskan pentingnya sinergi Triangle System yang melibatkan Produser, Sutradara, dan Penulis Skenario, serta pemahaman bahwa naskah film pada dasarnya mengalami proses penulisan dalam tiga tahapan, yaitu oleh penulis pada tahap pengembangan, sutradara saat produksi, dan editor pada tahap pasca-produksi. Peserta kemudian dibekali lima tahapan sistematis dalam merancang ide menjadi skenario utuh, yang dimulai dari penentuan ide atau tema, perumusan premis, penyusunan sinopsis, pembuatan outline, hingga penulisan skenario akhir.  


Pada bagian penajaman premis, Aisyah menekankan formulasi tokoh, harapan, dan hambatan sebagai tulang punggung skenario. Karakter utama (protagonis) dirancang memiliki kelemahan (flaw) serta tujuan yang jelas dan nyata (tangible). Materi workshop dilanjutkan dengan pembahasan struktur cerita tiga babak yang mencakup; Act 1 (Perkenalan dan Inciting Incident), Act 2 (Konflik), serta Act 3 (Resolution) juga penyusunan outline per episode yang berpatokan pada tiga elemen penanda scene, yaitu karakter, tempat, dan peristiwa.  


Sesi workshop diakhiri dengan praktik penyusunan draf serta komitmen pendampingan naskah intensif (script coaching) pasca-workshop hingga menghasilkan skenario final yang siap diproduksi (final production script). Melalui penguasaan teknik scripting dan storyboard ini, Kampanye "ITENAS Berdampak: From Waste to BioCNG" diharapkan mampu menyajikan konten webseries edukatif yang engaging, menginspirasi, serta memperkuat reputasi inovasi sains dan teknologi Itenas di tingkat nasional. (Humas)

Berita Lainnya