HARI KETIGA PKBN ITENAS 2026: DORONG MAHASISWA BARU BANGUN SOFTSKILL, CEGAH ANCAMAN SOSIAL, DAN WUJUDKAN AKSI NYATA PANCASILA
PKKMB ITENAS 2026, PKBN ITENAS 2026, KULIAH UMUM, MAHASISWA BARU
Hari Ketiga PKBN Itenas 2026: Dorong Mahasiswa Baru Bangun Softskill, Cegah Ancaman Sosial, dan Wujudkan Aksi Nyata Pancasila
Bandung, 14 September 2026 – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Kuliah Umum Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) 2026 pada Senin (14/9/2026), suasana di Gedung Bale Dayang Sumbi (GSG) Itenas Bandung terus dipenuhi antusiasme seluruh mahasiswa baru angkatan 2026. Agenda hari ketiga ini menyajikan pembekalan materi yang sangat padat dan komprehensif dari jajaran narasumber andal serta inspiratif di bidangnya, sebagai bagian dari integrasi Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.
Rangkaian acara diawali pada sesi pagi dengan materi "Membangun Softskill Kepercayaan Diri dan Personal Branding Sejak Masa Perkuliahan" yang disampaikan oleh Deris Nagara, BA.IR, MPA. Staf Ahli Menteri Pariwisata RI sekaligus Presiden SIPA Columbia University Student Association 2023 ini memotivasi mahasiswa baru untuk mengasah keterampilan softskill, membangun reputasi diri yang positif, serta berani mengambil peran kepemimpinan sejak awal perkuliahan. Sesi pembuka yang dinamis ini dipandu oleh Dr. Inko Sakti Dewanto, M.Ds. selaku moderator.
Berlanjut ke sesi kedua, pembekalan berfokus pada pentingnya menjaga kualitas diri melalui topik "Mahasiswa Cerdas, Hidup Bersih Tanpa Narkoba" oleh Pendiri sekaligus Penasihat Riset Youthlab Indonesia, Dr. Muhammad Faisal. Diskusi interaktif ini kembali dipandu oleh Dr. Inko Sakti Dewanto, M.Ds. sebagai moderator. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa langkah paling mendasar dari aksi bela negara bagi mahasiswa adalah menjaga integritas diri dan menjauhi bahaya penyalahgunaan zat terlarang demi masa depan bangsa.
Memasuki sesi ketiga menjelang siang, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Barat, RR. Desy Priatni, S.H., M.H., menyampaikan paparan krusial bertajuk "Anti Terorisme dan Radikalisme". Sesi ini dipandu oleh Dr. Novrizal Primayudha, M.T. selaku moderator. Desy mengingatkan pentingnya sikap kritis dan kewaspadaan mahasiswa terhadap penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar maupun media sosial, serta perlunya mengedepankan toleransi di tengah keberagaman.
Sesi siang diisi oleh Dosen Desain Produk Itenas, Dr. Sulistyo Setiawan, M.Pd., yang membawakan materi "Kreatif Bergerak, Lokal Berdampak: Menjadi Mahasiswa Inovatif yang Peduli Potensi". Diskusi inspiratif ini dipandu oleh Iyus Kusnaedi, M.Ds. selaku moderator. Dr. Sulistyo mendorong para mahasiswa untuk peka terhadap kearifan lokal serta mampu memanfaatkan keilmuan teknologi dan desain demi menciptakan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai agenda penutup di hari ketiga yang kaya akan wawasan ini, Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan Itenas, Dr. Bali Widodo, mengulas materi "Pancasila dalam Aksi Kreativitas dan Nasionalisme Tanpa Batas". Ia menekankan bahwa nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada hafalan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, ide kreatif, dan semangat kebangsaan yang dinamis. Sesi kelima ini juga dipandu oleh Iyus Kusnaedi, M.Ds. selaku moderator.
Rangkaian Kuliah Umum PKBN 2026 yang padat dan penuh motivasi ini masih akan berlanjut ke hari terakhir pada Selasa esok untuk menyempurnakan pembekalan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa baru Itenas. (Humas)