SEMARAK HUT KE-81 RI, TIM PKM ITENAS BANGKITKAN EKOSISTEM BUDAYA LOKAL LEWAT KOMPETISI TOPENG BEBEGIG SUKAMANTRI

HUT RI, PKM ITENAS, BEBEGIG, FAD ITENAS

Semarak HUT ke-81 RI, Tim PKM Itenas Bangkitkan Ekosistem Budaya Lokal Lewat Kompetisi Topeng Bebegig Sukamantri

Sukamantri, Ciamis, 17 Agustus 2026 — Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itenas bersama masyarakat Sukamantri menyelenggarakan Kompetisi Topeng Bebegig sebagai salah satu puncak rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam Program Inovasi Seni Nusantara 2026 yang didanai oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

 

Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat keberadaan Bebegig sebagai bagian dari budaya lokal Sukamantri.

 

Tim PKM dipimpin oleh:

  • Dr. Edi Setiadi Putra, M.Ds. (Prodi Desain Produk) dengan anggota dosen:

  • Drs. M. Djalu Djatmiko, M.Ds. (Prodi Desain Produk),

  • Iyus Kusnaedi , S. Sn., M. Ds. (Prodi Desain Interior), dan

  • Ardhiana Muhsin M., S. T., M. T. (Prodi Arsitektur).

 

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Desain Produk, yaitu:

  • M. Rachmat Sarodji,

  • M. Abimanyu Al Farizi, dan

  • Rizki M. Nurdin.

 

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PKM yang telah dilakukan secara bertahap bersama masyarakat Sukamantri (sebelumnya: sosialisasi, pelatihan produksi topeng, dan workshop cenderamata).



Didukung oleh Pemerintah Desa Sukamantri melalui komunitas setempat, perayaan HUT RI menjadi ruang apresiasi sekaligus pengembangan Bebegig sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Parade dan kompetisi yang hadir dalam perayaan tahunan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menghadirkan dan mengembangkan karya Bebegig secara mandiri. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Itenas dalam memperkuat keberlanjutan ekosistem budaya lokal melalui kolaborasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

 

Antusiasme masyarakat terlihat dari hadirnya 74 topeng Bebegig dalam parade. Topeng dipersiapkan secara swadaya dan swakarya oleh masyarakat sekitar satu hingga dua minggu sebelum kegiatan. Karya hadir baik secara perorangan maupun melalui komunitas, dengan biaya dan proses persiapan yang dilakukan secara mandiri. Beragam ukuran, bentuk, dan desain yang ditampilkan menunjukkan adanya ruang kreativitas yang luas dalam menginterpretasikan Bebegig.74 topeng. Beragam ekspresi. Satu semangat menjaga budaya.

 

Perayaan dan parade diikuti oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia. Bebegig dikenakan oleh anak-anak hingga dewasa, dengan bentuk dan ukuran topeng yang beragam. Kebebasan dalam merancang dan mengenakan topeng memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dengan tetap berpijak pada identitas budaya lokal. Partisipasi lintas generasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Bebegig Sukamantri. Perayaan tahun ini menghadirkan suasana yang unik. Diselimuti kabut tebal, Bebegig tetap hadir dalam parade, menciptakan atmosfer dramatis selaras dengan karakter Bebegig yang lekat dengan kesan misterius dan sakral

 

Semarak perayaan HUT RI di Sukamantri tidak hanya hadir melalui Bebegig. Masyarakat dari berbagai lingkungan turut berpartisipasi dengan beragam ekspresi melalui kostum, atribut, dan kreasi kelompok. Mulai dari peserta individu hingga rombongan yang mewakili RT/RW, setiap kelompok hadir dengan konsep dan gaya yang beragam dari karakter, bentuk, hingga tema yang tidak terbatas pada satu jenis representasi. Mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merayakan kemerdekaan sekaligus menjadi bentuk ekspresi kreativitas dan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat Sukamantri.

 

Kompetisi Topeng Bebegig tidak hanya menjadi ajang apresiasi budaya, tetapi juga menjadi bagian dari proses perkembangan partisipasi dan kreativitas masyarakat dalam menghidupkan Bebegig. Berbagai karya yang hadir dinilai dan ditetapkan sebagai pemenang sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas serta kontribusi masyarakat dalam perayaan tersebut. Tim Itenas turut mendokumentasikan seluruh topeng yang hadir melalui pemotretan, yang selanjutnya menjadi bagian dari proses penyusunan katalog Bebegig Sukamantri.

 

Rangkaian kegiatan ini mendorong masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan Bebegig sebagai bagian dari kehidupan budaya Sukamantri. Keterlibatan langsung masyarakat dalam menciptakan, mengenakan, dan menghadirkan Bebegig pada perayaan budaya menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutannya lintas generasi. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara 2026, Itenas bersama LPPM Itenas dan masyarakat Sukamantri berupaya membangun ekosistem budaya yang tidak berhenti pada pelestarian, tetapi turut membuka peluang bagi Bebegig untuk terus berkembang dan relevan di tengah kehidupan masyarakat. Dari pelestarian menuju pengembangan, dari masyarakat untuk budaya yang terus hidup.

 

Saksikan video dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Itenas dalam Program Inovasi Seni Nusantara 2026 selengkapnya, di kanal youtube Itenas: @Itenas Bandung - Official. (Humas)

Berita Lainnya