JAWAB TANTANGAN ERA KOLABORASI, I2MI DAN ARCHILANTIS GANDENG ITENAS SIAPKAN SDM UNGGUL SERTA INISIASI CENTER OF EXCELLENCE BIM
KOLABORASI, I2MI, ARCHILANTIS, CENTER OF EXCELLENCE, BIM
Jawab Tantangan Era Kolaborasi, I2MI dan Archilantis Gandeng Itenas Siapkan SDM Unggul serta Inisiasi Center of Excellence BIM
Bandung, 4 Februari 2026 – Dalam upaya memperkokoh sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan industri yang dinamis, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung resmi menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Inovasi & Informasi Model Indonesia (I2MI) dan TUK Archilantis. Kesepakatan ini ditandai dengan seremoni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang bertempat di Gedung Rektorat Itenas Bandung. Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya hilirisasi riset dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di sektor teknologi konstruksi dan informasi.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama Itenas, Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa institusi pendidikan tidak lagi bisa berdiri sendiri dalam menanggapi tantangan global. "Kami dari Itenas menyambut baik rencana kerja sama dengan I2MI dan Archilantis ini. Sekarang ini adalah eranya kolaborasi. Saatnya kita sekarang secara official berkolaborasi dengan para mitra untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan," ujarnya.
Merespons sambutan hangat tersebut, Ketua Umum I2MI, Errika Ferdinata, S.T., M.T., menyoroti peran vital perguruan tinggi sebagai pemasok utama talenta berbakat. "Kolaborasi adalah kunci. Kami sadar kampus adalah hulu dari semua talent. Industri sangat membutuhkan talenta yang fit (sesuai) dengan kebutuhan sektor riil. Melalui kerja sama ini, kita bisa membuat output dari kampus yang bisa langsung fit dengan industri tanpa kesenjangan kompetensi yang jauh," tegasnya.
Kerja sama ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi, hingga pelatihan teknis. Namun, terdapat satu poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam kesepakatan ini.
Salah satu tujuan strategis dari MoU dan MoA ini adalah menginisiasi pembentukan Center of Excellence (Pusat Keunggulan) Kebijakan dan Teknologi BIM di Itenas. Inisiatif ini diproyeksikan menjadikan Itenas sebagai pusat rujukan utama dalam riset, kebijakan, dan penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi tawar institusi di kancah global.
Puncak acara ditandai dengan prosesi penandatanganan dokumen legal yang berlangsung secara berurutan. Diawali oleh penandatanganan MoU antara Wakil Rektor Itenas, Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D., bersama Ketua Umum I2MI, Errika Ferdinata, S.T., M.T..
Komitmen tersebut segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoA sebagai bentuk implementasi teknis di tingkat fakultas. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Dekan FTI Jono Suhartono, S.T., M.T., Ph.D., Dekan FTSP Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T., dan Dekan FAD Rosa Karnita, S.Sn., M.Sn., Ph.D.. Dari pihak mitra, penandatanganan diwakili oleh WKU I Bidang Keanggotaan & Organisasi Archilantis, R. Harbayu Budhi W., S.T.
Momen strategis ini turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Itenas, antara lain Wakil Kepala Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M Dr. Andrean Maulana, S.T., M.T., Kepala Bagian KUI BKHP Levita Dwinaya, S.S., M.Pd., Kaprodi Arsitektur Itenas Erwin Yuniar R., S.T., M.T., serta Kaprodi Teknik Mesin Itenas Muhammad Pramuda Nugraha S., S.T., M.T.
Sementara itu, delegasi mitra dipimpin oleh Ketua Umum I2MI didampingi jajaran pengurus pusat, antara lain Ir. Hidayat Karim (WKU III – Bidang Pelatihan), Ivana Theresia K., S.E. (Wakil Bendahara Umum), Remeinis Zagoto, S.H. (Direktur Executive), dan Ir. Aminudin Azis, M.Sc. (Sekretaris Jenderal). Hadir pula dari pihak TUK Archilantis: Ir. Budi Mulyono, R. Erwin Januar, S.T., dan Nurhizam Fahmi, S.T.
Rangkaian acara diakhiri dengan sesi diskusi mendalam guna merumuskan langkah teknis implementasi, termasuk peta jalan pembentukan Center of Excellence. Hal ini dilakukan untuk menjamin agar kesepakatan yang terjalin tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera terwujud dalam program nyata yang berdampak bagi kemajuan teknologi pendidikan nasional. (Humas)