BEKALI MAHASISWA BARU WAWASAN KEBANGSAAN DAN NASIONALISME DIGITAL, ITENAS GELAR KULIAH UMUM PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA 2026 HARI PERTAMA

PKKMB ITENAS 2026, PKBN ITENAS 2026, KULIAH UMUM, MAHASISWA BARU

Bekali Mahasiswa Baru Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Digital, Itenas Gelar Kuliah Umum Pembinaan Kesadaran Bela Negara 2026 Hari Pertama

Bandung, 12 September 2026 – Dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menyelenggarakan Kuliah Umum Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) hari pertama pada Sabtu (12/9/2026) di Gedung Bale Dayang Sumbi (GSG) Itenas. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru angkatan 2026 sebagai bagian dari integrasi Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.

 

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber nasional yang kompeten di bidang sejarah, pertahanan, dan wawasan kebangsaan untuk memantik semangat kepemimpinan generasi muda. Sesi pertama diawali dengan topik “Sejarah Perjuangan Bangsa: Peran Pemuda, Sejarah Perjuangan Bangsa & Era Nasionalisme Digital” yang disampaikan oleh sejarawan sekaligus Pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), Asep Kambali, S.Pd., M.I.K. Sesi yang dipandu oleh moderator Dr. Inko Sakti Dewanto, M.Ds. (Dosen Prodi DKV Itenas) ini berlangsung dari pukul 09.45 hingga 12.00 WIB.

 

Dalam pemaparannya, Asep Kambali menganalogikan Indonesia sebagai sebuah "Rumah Besar" yang memiliki 38 kamar besar (provinsi) dan lebih dari 1.334 kamar kecil (suku/etnis). Seluruh penghuninya harus memiliki visi dan misi yang sama untuk menjaga persatuan nasional. Ia mengingatkan tantangan ketahanan nasional saat ini yang berada di ujung tanduk akibat maraknya hoaks sejarah, perubahan lingkungan strategis yang masif, hingga menurunnya kesadaran sejarah.

 

Asep mengajak mahasiswa baru Itenas untuk mengambil peran bela negara sesuai dengan disiplin ilmu keilmuan masing-masing melalui berbagai alternatif ide, diantaranya::

  • Teknik Sipil & Arsitektur: Melestarikan bangunan bersejarah, konservasi heritage, serta memadukan arsitektur vernakular dengan rekayasa modern yang adaptif dan tahan bencana.

  • Informatika & Sistem Informasi: Membangun platform arsip digital, visualisasi sejarah 3D/VR, museum virtual, hingga memproteksi data sejarah nasional dari ancaman peretasan.

  • Desain Produk & DKV: Merancang media komunikasi visual, komik, gim edukasi sejarah, dan branding budaya Nusantara agar digemari Gen-Z global.

  • Teknik Lingkungan & Teknik Geodesi: Memetakan situs cagar budaya berbasis SIG/GIS dan menjaga tata ruang melalui pembangunan berwawasan pelestarian lingkungan.

 

Memasuki sesi siang hingga sore, acara dilanjutkan dengan Sesi 2 dan Sesi 3 yang menghadirkan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si. (Staf Ahli Menteri Pertahanan RI & Tenaga Ahli Pengajar Lemhannas RI / Guru Besar Teknik Metalurgi UI). Kedua sesi ini dipandu secara interaktif oleh moderator Nur Fitrianti Fahrudin, S.Kom., M.T. (Dosen Prodi Sistem Informasi Itenas).

 

Pada Sesi 2 (Wawasan Kebangsaan, Wawasan Nusantara) dan Sesi 3 (Tataran Dasar Bela Negara), Prof. Bondan menekankan pentingnya menjadikan Wawasan Nusantara sebagai prinsip geopolitik bangsa dan bagian dari kehidupan sehari-hari. Indonesia merupakan negara majemuk yang kaya akan keragaman budaya, bahasa, serta agama yang tersebar di belasan ribu pulau. Keragaman tersebut adalah anugerah besar, namun jika tidak dijaga dan dirawat, dapat berpotensi menjadi ancaman perpecahan.

 

Prof. Bondan menyampaikan empat pesan kunci dan ajakan bagi mahasiswa baru Itenas, yaitu:

  1. Prinsip Geopolitik: Wawasan Nusantara menegaskan bahwa Indonesia tidak bermaksud melakukan ekspansi, namun tidak akan membiarkan ruang hidupnya hilang walau secuil pun.

  2. Merawat Keragaman: Kenali, syukuri, dan rawat keberagaman Nusantara dalam interaksi sosial sehari-hari.

  3. Tetap Kritis dan Beridealisme: Mahasiswa diharapkan tetap kritis mengawal pemerintahan dengan idealisme demi Indonesia yang makin kuat.

  4. Menyongsong Indonesia Emas 2045: Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2045. Mahasiswa Itenas harus bersiap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan berkarakter.

 

Tema Kuliah Umum PKBN 2026 hari pertama ini berhasil menanamkan rasa cinta tanah air, kesadaran kebangsaan, serta motivasi tinggi bagi para mahasiswa baru Itenas untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan Bangsa Indonesia. (Humas)

Berita Lainnya